Saham Garda Tujuh (GTBO) Melesat, Manajemen Ungkap Target Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) membidikan peningkatan volume penjualan batubara dari 2 juta ton menjadi 3 juta ton dalam waktu dekat. Sedangkan harga jual diprediksi lebih baik melalui penguatan pasar baru.
“Perusahaan memperkirakan permintaan yang stabil untuk produk batubara dan memiliki cadangan yang cukup untuk mempertahankan kesuksesan model bisnisnya dalam jangka menengah dan Panjang,” tulis manajemen GTBO dalam materi publik ekspos insedentil yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Baca Juga
Manajemen menambah bahwa perseroan telah menunjuk konsultan rantai pasokan yang saat ini sedang meninjau seluruh proses produksi dan logistik. Hal ini diharapkan dapat mencapai pengurangan biaya lebih lanjut.
Perusahaan juga mulai menjajaki pasar baru secara global. seperti Jepang dan Filipina. KEhadiran pasar baru tersebut diharapkan dapat mendongkrak volume penjualan perseroan dari 2 juta ton menjadi 3 juta ton.
Baca Juga
Identitas Digital Dinilai Minimalisir Serangan Siber di Industri Fintech
Selama tahun 2023, manajemen GTBO mengungkapkan, perseroan membidik pengiriman dan kontrak sebanyak 31 buah. Sejauh ini, perseroan telah menyelesaikan 20 buah dan sisanya ditargetkan tuntas akhir tahun ini.
Sebelumnya,Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham GTBO setelah harganya melesat dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data BEI, harga saham GTBO telah melesat 84,88% dari Rp 430 menjadi Rp 790 sepanjang September 2023. Sedangkan terhitung sejak suspensi berkepanjangan dibuka per 19 Desember 2022, penguatan harganya telah mencapai 953% dari Rp 75 menjadi Rp 790.
Baca Juga
Lompatan harga tersebut mendorong BEI menghentikan sementara (suspense) saham GTBO yang kedua kalinya dalam pekan ini. Sebelumnya pada 11 September 2023, transaksi saham GTBO dihentikan sementara dalam rangka cooling down, seiring dengan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
GTBO ditopang return on asset (RoA) dan return on equity (RoE) masing-masing sebesar 13,46% dan 16,39%. Hingga kuartal II-2023, GTBO membukukan laba bersih Rp 138,2 miliar dengan proyeksi laba disetahunkan mencapai Rp 276,5 miliar pada akhir 2023. Price to earning ratio (PER) saham GTBO yang kini mencapai 14,38 kali bakal menjadi 7,19 kali pada penghujun tahun ini.

