Suspensi Saham Garda Tujuh (GTBO) Dibuka, Penguatan masih Berlanjut?
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) usai terkena suspense kedua sejak 13 September 2023. Saat itu, suspense dipicu atas lonjakan harga saham produsen batubara ini.
Berdasarkan data BEI, harga saham GTBO sepanjang sebulan terakhir telah melesat 84,88% dari Rp 430 menjadi Rp 790. Sedangkan terhitung sejak suspensi berkepanjangan dibuka per 19 Desember 2022, penguatan harganya telah mencapai 953% dari Rp 75 menjadi Rp 790.
Baca Juga
“suspensi atas perdagangan saham Garda Tujuh (GTBO) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I pada 21 September 2023,” diumumkan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya yang ditandatangani di Jakar, kemarin.
Tak hanya membuka kembali perdagangan saham, BEI ternyata memasukkan saham GTBO dalam daftar saham pemantauan khusus. Akibatnya penguatan dan penurunan harga saham GTBO dibatasi maksimal 10% setiap hari.
Baca Juga
Sambut Positif Keputusan The Fed, Emas Menguat 5 Sesi Beruntun
Data BEI menyebutkan, saham GTBO saat ini dimiliki PT Garda Minerals (26,12%), Citibank Hong KOng S/A PBG sekitar 66,17%, dan masyarakat 7,532%.
GTBO ditopang return on asset (RoA) dan return on equity (RoE) masing-masing sebesar 13,46% dan 16,39%. Hingga kuartal II-2023, GTBO membukukan laba bersih Rp 138,2 miliar dengan proyeksi laba disetahunkan mencapai Rp 276,5 miliar pada akhir 2023. Price to earning ratio (PER) saham GTBO yang kini mencapai 14,38 kali bakal menjadi 7,19 kali pada penghujun tahun ini.

