Saham MSKY Bergerak Tidak Wajar, Sekokoh Apa Fundamentalnya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) sempat terkena suspensi karena harganya meroket dan bergerak tidak wajar. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka kembali suspensi perdagangan saham MSKY mulai sesi I perdagangan pagi ini (Selasa, 12/09/2023). Sekokoh apa fundamental emiten media milik pengusaha nasional, Hary Tanoe tersebut?
BEI dalam Pengumuman Peng-UPT-00036/BEI.WAS/09-2023 menyatakan, suspensi terhadap perdagangan saham MSKY di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini (12/09/2023).
"Keputusan itu mengacu pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00036/BEI.WAS/09-2023 tanggal 8 September 2023 tentang Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY)," kata PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/09/2023).
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A menambahkan, keputusan BEI tersebut merujuk pada surat pengumuman bursa sebelumnya, yaitu Peng-SPT-00035/BEI.WAS/09-2023 tanggal 8 September 2023 perihal Suspensi Saham MSKY.
Harganya Naik Signifikan
Saham MSKY, berdasarkan pengumuman otoritas bursa, disuspensi karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. “BEI perlu menghentikan sementara perdagangan saham MSKY pada perdagangan 11 September 2023 dalam rangka cooling down,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.
PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Mulyana mengatakan, suspensi di pasar reguler dan pasar tunai itu ditujukan untuk memberikan waktu yang memadai kepada pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya di saham MSKY berdasarkan informasi yang ada.
Berdasarkan data BEI, saham MSKY melonjak 101,4% sejak 14 September 2023 hingga saham tersebut disuspensi pada 8 September di level Rp 284. Sejak 14 Agustus, saham MSKY mengalami fluktuasi yang sangat tajam. Pada pembukaan sesi pagi ini, saham MSKY melemah ke posisi Rp 256.
Fundamental MSKY
Sekokoh apa fundamental MSKY? MNC Sky Vision punya utang jangka pendek dan jangka panjang masing-masing sebesar Rp 702,7 miliar dan Rp 351,6 miliar dengan total ekuitas Rp 2,1 triliun.
Hingga kuartal II-2023, MSKY mencatatkan laba bersih minus Rp 142,1 miliar. Hingga akhir tahun, MSKY diproyeksikan masih membukukan laba bersih minus Rp 284,2 miliar.
Alhasil, price to earning ratio (PER) MSKY yang saat ini minus 3,66 kali, pada pengujung 2023 diproyeksikan masih minus 1,83 kali. MSKY kini memiliki return on asset (RoA) minus 4,52% dan return on equity (RoE) minus 6,81%.
Berdasarkan data BEI, saham MSKY saat ini dimiliki PT MNC Vision Networks Tbk (91,9%), sisanya sebesar 8,1% dimiliki masyarakat (nonwarkat).

