Trend Bearish Berlanjut, Waspadai Peluang IHSG ke Level Support Selanjutnya 6.698 Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/2/2025), berpotensi lanjutkan penurunan ke area support selanjutnya 6.931. Sedangkan kisaran pergerakan hari ini dalam rentang 6.698 hingga 6.931.
BRI Danareksa sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa secara teknikal terbuka peluang penurunan indeks lebih lanjut menembus support selanjutnya 6.698. Tren pergerakan indeks masih bearish.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti Wall Street yang ditutup bervariasi semalam, yaitu Dow Jones melemah 0,28%. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq menguat masing-masing 0,36% dan 0,51%.
Baca Juga
Bursa Eropa Tembus Rekor Tertinggi Setelah BOE Pangkas Suku Bunga
Sedangkan saham yang direkomendasikan beli hari ini adalah saham GJTL dengan target harga Rp 1.215-1.270 dan MAPA dengan target harga Rp 74-83. Sebaliknya saham CTRA dan PNLF direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup tersungkur sebanyak 148,69 poin (2,12%) menjadi 6.875. Bahkan, intraday jelang penutupan sempat terjerembab lebih dari 190 poin ke level 6.830. Pemodal asing buang (net sell) saham jumbo mencapai Rp 2,33 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) mencapai Rp 1,42 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 488,15 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 106,25 miliar.
Koreksi indeks kemarin akibat kejatuah hampir seluruh saham emiten top 10 market cap BEI, khususnya saham bank KBLI IV yang tersungkur dipimpin saham BMRI dengan koreksi sebanyak 7,69% menjadi Rp 5.100, sehingga penurunan saham ini telah mencapai 18,13% dari Rp 6.025 menjadi Rp 5.100 dalam lima hari transaksi ini.
Baca Juga
‘Profit Taking’, Emas Terhempas Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS
Secara sektor, penurunan parah dicatatkan saham sektor material dasar 2,43%, sektor industry 2,14%, sektor keuangan 2,24%, sektor transportasi 1,99%, sektor property 1,89%, sektor infrastruktur 1,29%, dan sektor energi 1,26%. Satu-satunya sektor saham naik adalah kesehatan mencapai 1,13%.
Meski IHSG anjlok, empat saham bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 33,80% menjadi Rp 95, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 24,50% menjadi Rp 376, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 24,47% menjadi Rp 590. Meski tak ARA, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 21,02% menjadi Rp 5.700.

