Rupiah Relatif Stabil di Awal Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil pada perdagangan awal pekan, Senin (20/1/2025). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah hanya tergelincir tipis 1 poin ke level Rp 16.372 per dolar AS.
Adapun dalam perdagangan di pasar spot, seperti dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak melemah 4 poin (0,02%) ke level Rp 16.355 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, harapan tentang retorika yang tidak terlalu keras terhadap China tumbuh setelah Trump tidak menyebutkan rencananya untuk tarif perdagangan selama rapat umum kemenangan di Washington, Minggu (19/1/2025).
Baca Juga
Namun, Presiden terpilih itu menegaskan kembali rencana menindak tegas imigran dan mengurangi pengawasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan domestik.
"Fox News Digital melaporkan bahwa Trump berencana menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang jumlahnya mencapai rekor saat ia menjabat pada Senin, beberapa di antaranya masih mencakup peningkatan tarif perdagangan terhadap China," jelas Ibrahim dalam keterangannya, Senin (20/1/2025).
Trump telah berjanji mengenakan Bea Masuk (BM) hingga 60% terhadap semua barang impor China. Trump juga menargetkan Meksiko dan Kanada dengan tarif yang lebih tinggi. “Langkah tersebut berpotensi mengganggu perdagangan global dan menjadi pertanda buruk bagi perekonomian,” ujar Ibrahim.
Baca Juga
Beijing diperkirakan mengeluarkan langkah-langkah stimulus yang lebih agresif untuk mengimbangi hambatan ekonomi dari potensi kenaikan tarif. Tarif Trump akan memberikan tekanan lebih besar terhadap ekonomi China, karena bergulat dengan disinflasi yang terus-menerus dan kejatuhan pasar properti yang berkepanjangan.
Namun, data produk domestik bruto (PDB) yang dirilis pekan lalu sesuai ekspektasi pemerintah di level 5%. Hal itu menunjukkan beberapa perbaikan dalam ekonomi China, setelah Beijing merilis putaran langkah-langkah stimulus paling agresifnya pada akhir 2024.
