Bitcoin Relatif Stabil di Akhir Pekan Ini, Altcoin Menguat dan Bitget Mulai Pulihkan Penarikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin bergerak di sekitar US$83.000-84.000 pada akhir pekan, Sabtu (26/9/2026) di tengah tekanan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), dukungan arus dana institusional melalui exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot, serta perkembangan di pasar kripto, termasuk proses pemulihan layanan penarikan Bitget.
Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 13.05 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$83.992 turun sekitar 0,32% dalam sehari. Bitcoin sempat mendekati US$85.000 pada Jumat (25/9/2026) setelah sebelumnya turun di bawah US$83.000 pada awal pekan.
Tekanan terhadap Bitcoin salah satunya berasal dari pasar obligasi AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik di atas 5,2% pada Jumat, setelah mencapai level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil tersebut meningkatkan daya tarik aset berbunga dan memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Di sisi lain, arus dana institusional masih memberikan dukungan terhadap Bitcoin. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk sekitar US$2,65 miliar dalam lima sesi perdagangan berturut-turut hingga Rabu, termasuk sekitar US$347 juta pada Rabu. ETF IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity menjadi penyumbang utama arus masuk pada hari tersebut.
Sementara itu, dominasi Bitcoin terhadap pasar kripto turun menjadi 58,5%, berada di bawah level 60%. Data Glassnode menunjukkan Altcoin Cycle Signal berada di level 81,25, sedangkan kapitalisasi pasar altcoin meningkat sekitar 33% sejak pertengahan Agustus. Namun, Indeks Musim Altcoin masih berada di level netral sehingga penguatan tersebut belum menunjukkan altcoin secara luas telah mengungguli Bitcoin.
Baca Juga
Bitcoin Turun ke US$ 84.000-an, Bitcoin Cash dan Bitcoin SV Justru Menguat Tajam
Pergerakan sejumlah aset kripto pada Sabtu pagi juga menunjukkan penguatan. Ether naik 0,35% menjadi US$2.689,67, XRP menguat 1,55% menjadi US$1,5566, dan Solana naik 3,64% menjadi US$120,67. BNB naik tipis 0,12% menjadi US$774,28, Cardano menguat 3,39% menjadi US$0,2565, dan Dogecoin naik 3,05%. Sementara itu, meme coin TRUMP turun 1,31%, sedangkan Shiba Inu naik 2,60%.
Selain arus ETF, Strategy yang merupakan salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar juga mengusulkan pembayaran dividen harian untuk empat saham preferennya. Skema tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas instrumen dan memperluas akses perusahaan terhadap modal yang dapat digunakan untuk pembelian Bitcoin.
Dari sisi regulasi, perkembangan di AS masih menjadi perhatian pasar. Komisioner Securities and Exchange Commission (SEC) Hester Peirce dijadwalkan meninggalkan lembaga tersebut pada 2 Oktober 2026. Peirce sebelumnya terlibat dalam Crypto Task Force dan sejumlah pembahasan terkait staking, klasifikasi token, serta sekuritas yang ditokenisasi.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Senat AS gagal memajukan Digital Asset Market Clarity Act. Di Eropa, rencana reformasi pajak kripto di Jerman juga menjadi perhatian terkait metode penghitungan pajak bagi investor yang tidak dapat memberikan catatan biaya perolehan yang memadai.
Baca Juga
Pengamat Soroti Celah Keamanan di Balik Insiden Peretasan Exchange Kripto Bitget Rp 6,3 Triliun
Di tengah dinamika tersebut, perkembangan pada sejumlah platform perdagangan kripto juga menjadi perhatian, salah satunya Bitget yang sedang memulihkan layanan penarikan setelah mengalami insiden keamanan pada 24 September 2026.
Bitget mengumumkan pemulihan layanan penarikan cryptocurrency secara bertahap mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026. Perusahaan menyatakan celah keamanan yang digunakan dalam insiden telah diidentifikasi dan diperbaiki, sementara tim teknis melakukan validasi keamanan serta pemeriksaan tambahan sebelum layanan penarikan dibuka kembali.
Bitget juga menggandeng perusahaan keamanan siber Mandiant dan SlowMist dalam investigasi serta penelusuran aset terdampak. Berdasarkan jadwal yang diumumkan, penarikan Bitcoin (BTC) akan menjadi salah satu layanan yang dipulihkan mulai 28 September, disusul Ethereum (ETH) pada 29 September dan USDT pada 30 September. Penarikan aset lainnya, termasuk fiat dan layanan P2P, ditargetkan kembali tersedia pada 2 Oktober.
Sebelumnya, Bitget menyatakan insiden terdeteksi pada 24 September pukul 18.31 UTC dan melibatkan transfer tidak sah dari sejumlah hot wallet. Perusahaan memperkirakan sekitar US$351,6 juta aset terdampak, sementara cold wallet disebut tetap aman dan saldo akun pengguna tetap tercatat.
Untuk memberikan perkembangan langsung kepada pengguna, CEO Bitget Gracy Chen bersama Head of Greater China Xie Jiayin dijadwalkan menggelar sesi Ask Me Anything (AMA) pada 28 September. Sesi tersebut akan membahas insiden keamanan sekaligus perkembangan proses pemulihan penarikan.
Bitget menyatakan pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap aset dan jaringan telah melewati pemeriksaan keamanan sebelum layanan dibuka kembali. Sementara itu, deposito dan aktivitas perdagangan tetap tersedia selama periode penghentian penarikan.
Dengan demikian, pergerakan pasar kripto akhir pekan ini tidak hanya dipengaruhi oleh arus dana institusional dan kondisi pasar obligasi AS, tetapi juga perkembangan regulasi serta langkah platform kripto dalam menjaga keamanan dan memulihkan layanan setelah terjadi gangguan.
