Net Sell Berlanjut Rp 795,34 Miliar, Ini Daftar Saham Yang Dilepas
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 795,34 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/11/2024), sebanyak 94,11 poin (1,29%) menjadi 7.214,56.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 28,29 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 127,37 miliar, PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 119,98 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 87,99 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 65,18 miliar.
Baca Juga
TBS Energi Utama (TOBA) Kantongi Restu Buyback Rp 425,49 Miliar
Sebaliknya lima saham berikut catatkan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 139,11 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 53,42 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 18,62 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 15,75 miliar, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 13,18 miliar.
Koreksi indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi 1,77%, material dasar 1,66%, sektor consumer primer 1,11%, sektor properti 1,78%, sektor kesehatan 1%, dan sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya saham sektor teknologi satu-satunya yang cetak kenaikan 1,27%.
Meski IHSG anjlok parah, lima saham ini justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 34,72% menjadi Rp 194 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menguat 34,52% menjadi Rp 226.
Baca Juga
Saingi AS, Pemerintah Inggris akan Rilis Aturan Kripto di Bulan Ini
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat 24,78% menjadi Rp 2.140, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,43% menjadi Rp 1.095. Meski tak ARA, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melesat 19,88% ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 31.050.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), PT Indo Straits Tbk (PTIS), dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

