Asing Lanjutkan Net Sell Rp 592,23 Miliar, Berikut Daftar Lima Saham Yang Dilepas
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar Rp 592,23 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/6/2024), ditutup rebound sebanyak 27,23 poin (0,39%) menajdi 6.974,90.
Net sell terbanyak lagi-lagi melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 370,24 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 71,34 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,26 miliar, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) Rp 55,77 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 53,20 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham ini torehkan pembelian bersih (net buy) pemodal asing, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 60,11 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 57,31 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 53,32 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 48,09 miliar, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Rp 16,03 miliar.
Terkait penguatan indeks hari ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar naik 1,23%, sektor konsumer primer 0,83%, sektor teknologi menguat 0,96%, sektor kesehatan 0,81%, dan sektor keuangan 0,76%.
Sebaliknya penurunan dalam melanda hanya dua sektor saham, yaitu sektor infrastruktur 1,55% dan sektor industri 1,32%.
Di tengah rebound IHSG, lima saham ini torehkan lompatan harga pesat, yaitu saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik Rp 64 (22,22%) menjadi Rp 352, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) Naik Rp 10 (11,24%) menjadi Rp 99, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) melesat Rp 440 (10%) menjadi Rp 4.840, PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) naik Rp 50 (10%) menjadi Rp 550.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham BREN anjlok auto reject bawah (ARB) Rp 725 (9,76%) menjadi Rp 6.700. Dengan demikian saham ini telah melorot dari level Rp 11.250 menjadi Rp 6.700 dalam tujuh hari transaksi di BEI atau sejak dimasukkan papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdangan full call auction (FCA).
Sedangkan secara sektoral, saham sektor material dasar naik 0,86%, sektor konsumer primer menguat 0,80%, sektor teknologi naik 1,39%, sektor kesehatan menguat 0,43%, dan sektor keuangan naik 0,10%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur 16,12 poin dan sektor industri 1,66%.
Di tengah pergerakan indeks tersebut, saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) perkasa dengan kenaikan Rp 30 (26,55%) menjadi Rp 143, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik Rp 54 (18,75%) menjadi Rp 342, dan PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menguat Rp 50 (9,52%) menjadi Rp 575.

