Target Harga Saham Mayora (MYOR) Dipangkas, Apa Pemicunya?
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dipangkas, seiring dengan penurunan dalam laba bersih perseroan pada kuartal III-2024. Penurunan tersebut di luar perkiaan akibat kenaikan biaya.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalian Sutanto dalam riset saham MYOR menyebutkan bahwa penurunan laba perseroan kuartal III-2024 dipicu atas kenaikan biaya bahan baku yang menekan margin keuntungan. Sedangkan volume dan nilai penjualan masih menunjukkan kenaikan.
Baca Juga
Minta Masa Tenggang 2 Tahun, Bos Mayora (MYOR) Ungkap Dampak Pelabelan Kandungan Gula
Kenaikan biaya berasal dari peningkatan harga bahan baku kopi dan cokelat bersamaan dengan masih rendahnya utilisasi pabrik di Pasuruan. Tekanan juga didukung penguatan nilai tukar rupiah. Perseroan juga menunjukkan kenaikan biaya keuangan pinjaman perbankan dan rugi mata uang.
Estimasi Kinerja Keuangan MYOR
Penurunan kinerja tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target laba bersih MYOR tahun ini. Sebaliknya target pendapatan direvisi naik dari semula Rp 35,07 triliun menjadi Rp 35,73 triliu sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya kenaikan harga jual.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih MYOR tahun ini dari semula Rp 3,34 triliun menjadi Rp 275 triliun. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan net margin stabil 9,5% dan margin operasional sekitar 12,4%.
Baca Juga
Target pendapatan dan laba tersebut ungkap BRI Danareksa Sekuritas juga mempertimbangkan kenaikan rata-rata harga jual, sebaliknya pertumbuhan volume penjualan diprediksi 9,2%, dan biaya promosi terhadap penjualan diperkirakan naik tipis menjadi 8,5%.
Didukung pemangkasan target pertumbuhan laba bersih MYOR sampai akhir tahun, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk memangkas turun target harga saham MYOR dari Rp 3.350 menjadi rp 3.050. Meski demikian, saham MYOR tetap dipertahankan beli.
Grafik Saham MYOR

