Meski Kinerja Tren Naik, Sekuritas Ini Justru Pangkas Target Saham Mayora (MYOR), Ada Apa?
JAKARTA, investorust.id – Target harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dipangkas, seiring dengan kenaikan harga bahan baku kopi dan cokelat. Sedangkan bulan Ramadhan diharapkan menjadi momentum terhadap pergerakan harga saham perseroan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Selasa (19/3/2024), memangkas target pertumbuhan voume penjualan dari semula 9,1% menjadi 6,9%. Sedangkan peningkatan rata-rata harga jual diperkirakan lebih rendah dari 1,5% menjadi 0,9%.
Baca Juga
“Harga cokelat mencapai level tertinggi US$ 8 ribuan per ton pada pertengahan Maret 2024. Kenaikan dipicu penurunan suplai akibat kondisi cuaca yang memicu penurunan panen di Africa,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Peningkatan harga bahan baku tersebut bisa menekan margin kotor perseroan dari prediksi semula 26,9% menjadi 26,3%. Sebaliknya margin keuntungan bersih perseroan tahun ini diprediksi lebih tinggi dari proyeksi semula 8,8% menjadi 9,5%.
Terkait penjualan perseroan sampai Februari 2024, dia mengatakan, diprediksi bertumbuh mencapai 10%. Meski bertumbuh, angka tersebut lebih rendah dari perkirakaan. Adapun pasar domestik diperkirakan menjadi penopang utama kinerja tahun ini dipicu masih lehamnya pasar China.
Baca Juga
Usai Siklus Capex Besar, Mayora (MYOR) Buka Opsi Dividen Jumbo
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan terhadap pertumbuhan penjualan perseroan tahun ini lebih rendah, dibandingkan pertumbuhan semula. Sedangkan ramadhan diharapkan menjadia faktor pendongkrak kinerja tahun ini.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan beli saham MYOR dengan target harga dipangkas dari semula Rp 3.500 menjadi Rp 3.200. Meski dipangkas, saham MYOR tetap menarik, dibandingkan saham sejenis.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Skeuritas memperkirakan laba bersih tahun ini diproyeksikan hanya Rp 3,21 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 31,9 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan hanya naik dari Rp 31,48 triliun menjadi Rp 33,94 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan MYOR
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

