Rugi Terpangkas 29% hingga Kuartal III-2024, Blibli (BELI) Buka Suara
JAKARTA, investortrust.id – PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli.com (BELI) sukses menekan jumlah rugi konsolidasi sekitar 29,64% menjadi Rp 12,13 triliun pada kuartal III-2024 dibandingkan periode sama tahun lalu. Keberhasilan ini didukung kelanjutan strategi inovasi.
Sedangkan pendapatan bersih perseroan secara konsolidasi tumbuh 6% (yoy) sepanjang Januari-September 2024 dan naik 16% (qoq) pada Juli-September 2024 dibandingkan kuartal II-2024.
“Terdapat peningkatan signifikan sebesar 43% (qoq) pada segmen Ritel 1P, sementara segmen-segmen lainnya mempertahankan dua digit pertumbuhan yang kuat secara tahunan (yoy),” jelas CEO & Co-Founder Kusumo Martanto dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (31/10/2024).
Baca Juga
Perusahaan Milik Grup Djarum Ini Jadi Pembeli Siaga Rights Isue Sarana Menara (TOWR)
Segmen ritel 1P dijalankan perseroan melalui platform perdagangan business to customer (B2C) secara daring milik Blibli untuk berbagai produk dan layanan pihak pertama (1P) dari berbagai kategori.
Di sisi lain, take rate atau komisi yang dikenakan kepada penjual di Blibli terus meningkat dari 4,8% Januari-September 2023, menjadi 6,7% pada sembilan bulan pertama tahun ini. Bila dihitung rata-rata sepanjang Juli-September 2024, take rate dimaksud bahkan sempat menyentuh 7%.
Hal tersebut menghasilkan pertumbuhan laba kotor sebelum diskon (gross profit before discount (GPBD) sebesar 43% (yoy) sepanjang Januari-September 2024. Sementara, margin bruto konsolidasi BELI naik dari 15,1% pada Januari-September 2023 menjadi 19,3% pada periode sama tahun ini, atau meningkat sebesar 420-bps (yoy).
"Meskipun pertumbuhan melambat dan lemahnya permintaan yang kami alami di awal tahun, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik selama sembilan bulan terakhir, didukung upaya tiada henti dalam melakukan ekspansi margin, kepemimpinan biaya, dan sinergi omnichannel dalam ekosistem,” jelas Kusumo.
Baca Juga
Private Placement Saham, Blibli (BELI) bakal Raup Dana Rp 2,25 Triliun
Hal itu tercermin dari pertumbuhan laba bruto konsolidasi perseroan sebesar 35% (yoy) dan pengurangan kerugian EBITDA konsolidasi sebesar 34% (yoy). Struktur biaya yang diklaim lebih baik, tercermin dari lebih rendahnya persentase beban operasional konsolidasi terhadap TPV dari 8% pada kuartal III-2023 menjadi 7,4% pada kuartal III-2024.
TPV merupakan total processing value Blibli atau jumlah nilai produk dan jasa yang dibayar dan dikirim pada periode atau tahun tertentu.
Rendahnya persentase beban operasional konsolidasi terhadap TPV menghasilkan peningkatan kinerja persentase EBITDA konsolidasi terhadap TPV, sebesar 160-bps (yoy), dari -4,4% pada kuartal III-2023 menjadi -2,8% pada kuartal III-2024.“Kelanjutan strategi inovasi menjadi kunci dalam perjalanan kami untuk memberikan kenyamanan dan melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al),” sambung Kusumo
Terobosan tersebut bertujuan meningkatkan visibilitas produk Blibli di pasar, sementara mesin rekomendasi yang lebih baik telah meningkatkan rasio click-through-rate (CTR) perseroan menjadi lebih dari dua kali lipat.
Baca Juga
Blibli (BELI) Milik Grup Djarum Akuisisi Dekoruma Rp 1,16 Triliun
Selain itu, program Blibli Affiliate yang diluncurkan pada Juli 2024 untuk meningkatkan jumlah pengguna baru dengan memanfaatkan kumpulan afiliator, diklaim telah memperoleh daya tarik positif selama beberapa bulan terakhir.
Pembangunan gudang baru Blibli di Marunda juga telah rampung pada akhir September 2024 dan telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Oktober 2024 untuk memenuhi pesanan pelanggan. Gudang ini, menggunakan berbagai teknologi dan sistem otomasi seperti warehouse management system (WMS), AI, pick-to-light, dan conveyor system.
“Kami percaya, gudang baru tersebut akan mengoptimalkan keseluruhan operasi dan kemampuan pemenuhan kami di masa mendatang, termasuk untuk layanan fulfillment at speed (FAS) dan fulfilled by Blibli (FBB) kami,” tegas Kusumo.
Baca Juga
Hingga Kuartal III-2024, Chandra Asri (TPIA) Catat Penurunan Pendapatan hingga Lonjakan Rugi Bersih
Perusahaan juga telah menambah tujuh toko elektronik konsumen sepanjang kuartal III-2024, perseroan telah mengoperasikan 192 toko elektronik konsumen, serta 62 gerai supermarket premium, dan 31 home and living experience centers sampai akhir September 2024.
Sedangkan pada Oktober 2024, manajemen telah menyelesaikan peningkatan modal sebesar Rp 2,25 triliun melalui pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Perseroan menerbitkan 4,9 miliar lembar saham baru atau 3,98% dari modal disetor dan ditempatkan oleh perseroan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 460 per lembar saham.
Grafik Saham BELI

