Blibli (BELI) Pangkas Rugi Bersih, Ternyata Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), pengelola platform e-commerce Blibli, berhasil memangkas rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 3,72 triliun menjadi Rp 2,62 triliun hingga kuartal III-2023.
Manajemen dalam publikasi laporan keuangan hingga kuartal III-2023, Kamis (30/11/2023), menyebutkan penurunan rugi bersih tersebut didukung peningkatan pendapatan bersih perseroan dari Rp 10,52 triliun menjadi Rp 11,46 triliun. Beban penjualan turun dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.
Baca Juga
Penurunan beban penjualan tersebut menjadikan rugi usaha perseroan turun dari Rp 3,51 triliun menjadi Rp 2,58 triliun. Perseroan juga berhasil memangkas biaya keuangan dari Rp 211,21 miliar menjadi Rp 90,98 miliar.
Penurunan rugi tersebut menjadikan rugi per saham dasar perusahaan milik grup Djarum ini terpangkas dari semula Rp 37 menjadi Rp 22 hingga September 2023.
Perseroan sebelumnya telah dipercaya menjadi mitra e-commerce untuk program subsidi motor listrik yang diinisiasi pemerintah. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah brand partner dan mitra, di antaranya Polytron dan Pegadaian.
Baca Juga
Analis Ungkap Kolaborasi TikTok -Tokopedia Solusi Menguntungkan, Begini Dampaknya bagi GOTO
Vice President (VP) Automotive Category Blibli Eddy Lukita mengungkap, pihaknya dipercaya menjadi mitra eksklusif untuk berbagai peluncuran produk otomotif oleh mitra, tak terkecuali kendaraan listrik. Sebab, komitmen operational excellence dan 100% orisinal di Blibli mendorong konsistensi platform.
“Kami sangat bangga dipercaya untuk ikut memasarkan produk motor dan mobil listrik program subsidi pemerintah. Terbaru, kami menjadi mitra e-commerce eksklusif peluncuran mobil listrik Neta V dengan keunggulan priority delivery, hingga gratis wall box charger,” terang Eddy secara tertulis.

