Potensi Pelemahan IHSG Tetap Terbuka, Dua Saham Ini bisa Jadi Pilihan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/10/2024), masih menyisakan potensi penurunan setelah ditutup terkoreksi kemarin. Pergerakan indeks diprediksi dalam rentang 7.450-7.625.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pagi ini menyebutkan bahwa IHSG terkoreksi dan mulai menembus support MA60. Hal ini mengindikasikan peluang lanjutkan penurunan ke area support 7.450 masih terbuka, apabila tidak mampu bertahan di bawah resisten 7.625.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Cetak Laba US$ 1,32 Miliar hingga Kuartal III-2024
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi laju bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones turun 0,22%. Penurunan paling dalam melanda Nasdaq sebanyak 0,56% dan indeks S&P500 melemah 0,33%.
Meski ada indikasi penurunan IHSG, Analis teknikal BRI Danareksa Sekurtias Reyham Pratama menyebutka, saham ESSA layak direkomendasikan beli dengan target harga Rp 980-1.020 dan TINS dengan target harga Rp 1.435-1.580. Sedangkan saham AUTO dan SMSM direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 36,75 (0,48%) menjadi 7.569,85. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 1,42 triliun, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 571,90 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 299,13 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 212,33 miliar.
Baca Juga
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,14%, sektor konsumer non primer 1,21%, sektor keuangan 0,30%, sektor industri 0,17%, sektor material dasar 0,31%, dan sektor properti 0,10%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi, konsumer primer, dan kesehatan.
Meski IHSG ditutup anjlok, empat saham ini malah melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melesat 34,58% menjadi Rp 144 dan PT Shield On Sevice Tbk (SOSS) melesat 25% menjadi Rp 1.050. Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat 24,87% menjadi Rp 4.870, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) melesat 24,49% menjadi Rp 610.
Grafik IHSG

