Potensi Penurunan IHSG Tetap Terbuka, Dua Saham Ini Dijagokan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/6/2024), masih memiliki potensi penurunan lebih lanjut menuju area support 6.893.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan dalam riset hari ini bahwa belum ada perubahan signifikan terhadap pergerakan IHSG, meski ditutup menguat kemarin. Apalagi rebound indeks kemarin masih tertahan dari resisten MA20.
Baca Juga
Investor Cermati Data Ekonomi Terbaru, Yield Obligasi AS Cenderung ‘Flat’
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, beberapa saham tetap layak dicermati dengan potensi penguatan sepanjang hari ini, yaitu saham INKP dan PNLF direkomendasikan beli.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi gerak Wall Street semalam, yaitu Dow Jones ditutup menguat 0,20%. Begitu juga dengan S&P500 melemah tipis dan hal serupa melanda Nasdaq dengan penurunan tipis.
IHSG kemarin ditutup rebound sebanyak 27,23 poin (0,39%) menajdi 6.974,90. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar Rp 592,23 miliar dengan net sell terbanyak lagi-lagi melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 370,24 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 71,34 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,26 miliar.
Baca Juga
Cum Date 12 Juni, Jaya Property (JRPT) Tebar Dividen Tunai Rp 330 Miliar
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar naik 1,23%, sektor konsumer primer 0,83%, sektor teknologi menguat 0,96%, sektor kesehatan 0,81%, dan sektor keuangan 0,76%.
Sedangkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali anjlok auto reject bawah (ARB) Rp 725 (9,76%) menjadi Rp 6.700. Dengan demikian saham ini telah melorot dari level Rp 11.250 menjadi Rp 6.700 dalam tujuh hari transaksi di BEI atau sejak dimasukkan papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdangan full call auction (FCA).
Grafik IHSG

