IHSG Bisa Lanjutkan Pelemahan, Dua Saham Ini Jadi Pilihan Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2025), berpeluang lanjutkan pelemahan menutupi area gap yang belum tertutup dengan rentang pergerakan 7.287-7.443. Saham pilhan ADRO dan SMDR direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa penurunan indeks kemarin sebanyak 0,72% setelah terjadi kenaikan 11 hari beruntun akibat aksi ambil untung (profit taking) para pelaku pasar. Penurunan tersebut membuka celah untuk kembali melemah hari ini.
Baca Juga
Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus 2024 Capai Rp 90,1 Triliun
Laju indeks juga akan dipengaruhi penutupan bursa saham Wall Street, yaitu Dow Jones ditutup menguat 0,40% dan indeks S&P500 menguat 0,064%. Sebaliknya Nasdaq melemah 0,39%. Sebagian bursa Eropa juga ditutup melemah semalam.
Di tengah pola pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga Rp 2.100-2.170 dan SMDR dengan target harga Rp 356-368. Sebaliknya saham SMGR dan KLBF direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Pelemahan ini merupakan yang pertama setelah 11 hari menguat 7,76% terhitung sejak 7 Juli 2025 hingga kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 561,75 miliar.
Penurunan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham-saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 5,36% menjadi Rp 8.825, BRPT melemah 7,95% menjadi Rp 2.200, dan BREN turun 0,32% menjadi Rp 7.875, ANTM anjlok 7,21% menjadi Rp 2.960, AMMN turun 1,24% menjadi Rp 7.950, dan PANI melemah 3,52% menjadi Rp 15.075
Baca Juga
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Analis Soroti Peluang Saham ADRO hingga TLKM
Sebaliknya saham yang menjadi penahan indeks dari kejatuhan lebih dalah adalah saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dikendalikan Prajogo Pangestu ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 34,09% menjadi Rp 236 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ARA dengan kenaikan 24,82% menjadi Rp 880. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 19,34% menjadi Rp 1.820 dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) sebanyak 16,67% menjadi Rp 980.
