Di Luar Ekspektasi, Laba Atribusi Mayora (MYOR) Turun Tipis
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan penurupan tipis laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 2,01 triliun hingga September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,02 triliun.
Mayora (MYOR) melalui rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/10/2024), terungkap penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan perseroan yang justru melesat dari Rp 22,89 triliun menjadi Rp 25,63 triliun.
Sedangkan pertumbuhan beban pokok penjualan naik dari Rp 16,78 triliun menjadi Rp 19,52 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan laba kotor perseroan berakhir stagnan level Rp 6,11 triliun.
Baca Juga
Outlook Kinerja Mayora (MYOR) Terus Menguat, Bagaimana dengan Sahamnya?
Sebaliknya Mayora (MYOR) mencatatkan peningkatan beban usaha dari Rp 3,31 triliun menjadi Rp 3,38 triliun. Kenaikan tersebut memicu laba usaha perseroan turun tipis dari Rp 2,79 triliun menjadi Rp 2,73 triliun.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.350 saham MYOR. Target harga tersebut mempertimbangkan ekspektasi pertumbuhan volume penjualan terus berlanjut sampai akhir tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuitas Natalia Sutanto mengatakan, Mayora secara konsisten menunjukkan penjualan paruh kedua setiap tahun sebagai penyumbang terbesar terhadap pendapatan dan laba bersih. Berdasarkan data laba bersih semester II setara dengan 52-55% terhadap total laba tahunan.
Baca Juga
Target Pendapatan dan Saham Mayora (MYOR) Direvisi Naik, Simak Faktor Berikut Ini
“Kami memperkirakan kondisi serupa akan terjadi pada semester II tahun ini, apalagi dengan ekspektasi peningkatan ekspor sejak kuartal III hingga akhir tahun,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas.
Namun demikian, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan tingkat margin keuntungan Mayora pada paruh kedua tahun ini kemungkinan tertekan. Penurunan dipengaruhi peluang kenaikan harga bahan baku, seperti kakao dan kopi, yang telah mengalmai kenaikan.
Grafik Saham MYOR

