Laba Bersih Mayora (MYOR) Direvisi Naik, Potensi Cuan Sahamnya kian Lebar
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) direvisi naik, seiring indikasi pertumbuhan penjualan dalam beberapa bulan terakhir. Revisi naik juga mempertimbangkan kenaikan margin keuntungan lebih besar, dibandingkan perkiraan semula.
“Mayora mengindikasikan penjualan melalui perdagangan umum melesat pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 yang turun 6,2%. Tak hanya itu, margin keuntungan perseroan diprediksi meningkat setelah harga pembelian tepung terigu dipangkas,” tulis analis UOB Kay Hian Sekuritas Stevanus Juanda dalam riset terbarunya.
Baca Juga
El Nino bisa Berimbas bagi Mayora (MYOR), Analis Ini Ungkap Dampaknya
Berdasarkan pengamatan dari pasar, dia mengatakan, peningkatan penjualan terindikasi melanda jaringan perdagangan umum dengan perkiraan kenaikan dua digit. Di antaranya, penjualan ke perdagangan umum telah meningkat 20% pada Juli 2023 dan begitu juga dengan penjualan Agustus melalui saluran tersebut tetap naik.
Terkait penurunan harga tepung terigu, dia mengatakan, telah berimbas terhadap peningkatan margin kotor perseroan sebanyak 594 bps pada kuartal II-2023. Dengan asumsi penurunan harga pembelian bahan baku berlanjut bersamaan dengan penurunan harga komoditas diharapkan gross margin perseroan bakal meningkat hingga akhir tahun, bahkan bisa mencapai 25-27% pada 2024.
Revisi naik target saham dan kinerja perseroan, terang dia, didukung atas penambahan negara tujuan pasar ekspor perseroan dan penambahan produk ekspor. Perseroan baru-baru ini telah membuka kantor cabang dan merekrut staf pemasaran baru di India, Nigeria, dan Timur Tengah.
Baca Juga
Dari Beberapa Emiten Konsumer, Dua Saham Ini Paling Berprospek
Perseroan juga telah memperkenalkan produk cookies Danisa ke pasar Jepang dan Singapura. Sedangkan penjualan ekspor ke Cina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina lanjutkan pertumbuhan. Cina, Vietnam, Malaysia, dan Filipa merupakan negara tujuan ekspor terbesar perseroan.
Hal ini mendorong UOB Kay Hian Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun 2023 dan 2024, seiring dengan perkiraan margin keuntungan lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula.
Perkiraan laba bersih direvisi naik dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 2,65 triliun pada 2023. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 2,91 triliun menjadi Rp 3,07 triliun.
Baca Juga
Lepas 9,09% Saham FREN, Dian Swastatika (DSSA) Raup Dana Rp 2,4 Triliun
Sebaliknya target penjualan perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 32,87 triliun menjadi Rp 32,25 triliun. Begitu juga dengan target pendapatan perseroan tahun 2024 direvisi turun dari Rp 36,21 triliun menjadi Rp 35,84 triliun.
Revisi naik propsek dan target harga saham MYOR mendorong UOB Kay Hian Sekuritas menaikkan target harga saham MYOR dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.200. Dengan harga penutupan kemarin Rp 2.510, sehingga terbuka potensi penguatan 27,5%.
Pilihan Teratas
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan dua dari beberapa saham konsumer yang layak dicermati adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), mengingat prospek pertumbuhan laba kedua perseroan tetap kuat sampai akhir tahun.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Lunasi Pokok Obligasi Senilai Rp3 Triliun
Kedua perusahaan tersebut dinilai menjadi konsumer yang paling diuntungkan atas percepatan realisasi anggaran pemerintah memasuki kuartal IV-2023. Begitu juga dengan pertumbuhan kuartal III-2023 diprediksi lebih kuat pada kedua emiten tersebut dipicu atas basis realisasi kuartal III-2022 yang rendah.
Perseroan menyebutkan pertumbuhan penjualan MYOR pada kuartal III-2023 diprediksi mencapai 8% dengan margin laba kotor diprediksi stabil di level 26%. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.300.

