IHSG Sesi I kembali Terkoreksi 16 Poin, Sebaliknya Deretan Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (29/10/2024), ditutup lanjutkan koreksi sebanyak 16,38 poin (0,21%) menjadi 7.618,25. Pergerakan indeks dalam rentang 7.611-7.666 dengan nilai transaksi Rp 4,71 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri terpangkas 0,94%, sektor energi turun 0,72%, sektor keuangan melemah 0,64%, dan sektor material dasar turun tipis 0,06%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor kesehatan 1,38%, sektor infrastruktur 1,12%, sektor konsumer primer 0,71%, sektor properti 0,69%, dan sektor teknologi 0,36%.
Baca Juga
Meningkat 21,60%, Laba BSI (BRIS) Tembus Rp 5,11 Triliun di Kuartal III 2024
Meski IHSG melemah, lima saham ini torehkan penguatan harga dahsyat, seperti saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menguat 31,56% menjadi Rp 175, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) auto reject atas (ARA) 25% menjadi Rp 490, PT Bukti Uluwatu Tbk (BUVA) menguat 25% menjadi Rp 70, PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) naik 20,93% menjadi Rp 104, dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menguat 20,59% menjad Rp 123.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN).
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 60,03 poin (0,78%) menjadi 7.634,63. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 250,15 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 259,42 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 208,61 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 48,25 miliar.
Baca Juga
Koin Kripto Ngamuk Jelang Pemilu AS Pekan Depan, Bitcoin Bakal Pecahkan Rekor Tertinggi Baru?
Koreksi kemarin dipengaruhi atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor infrastruktur 1,34%, sektor teknologi 1,48%, sektor keuangan 0,85%, sektor sektor kesehatan 0,86%, sektor energi 0,56%, dan sektorn konsumer non primer 0,07%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor material dasar, industri, konsumer primer, dan sektor properti.
Walaupun IHSG bergerak melemah, beberapa saham justru melesat, seperti saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) ditutup auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,44% menjadi Rp 840, PT Natura City Development Tbk (CITY) menguat 17,50% menjadi Rp 141, PT Sona Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 19,58% menjadi Rp 7.175.
Grafik IHSG
