IHSG Ditutup Menguat di Awal Pemerintahan Presiden Prabowo, 3 Saham Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024), ditutup naik sebanyak 12,54 poin (0,16%) menjadi 7.772,60. IHSG berhasil naik saat mayoritas indeks bursa saham Asia ditutup anjlok.
Penguatan indeks di tengah pelantikan menteri dan wakil menteri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri naik 10,5%, sektor teknologi naik 1,86%, sektor transportasi menguat 1,03%, sektor properti menguat 1,15%, dan sektor keuangan naik 0,48%. Sebaliknya sektor yang melemah adalah saham infrastruktur, kesehatan, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Target 100 Hari Kerja Jadi Menteri ESDM Kabinet Merah Putih
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga, tiga saham ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melesat 24,81% menjadi Rp 332, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) naik 25% menjadi Rp 975, dan PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) menguat 24,76% menjadi Rp 655.
Penguatan juga melanda saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) melesat 30,56% menjadi Rp 94, PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) naik 24,26% menjadi Rp 845, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) naik 21,74% menjadi Rp 140.
Baca Juga
SSSG Tumbuh Solid, Saham Aspirasi Hidup (ACES) Dipertahankan Beli Dua Sekuritas Ini
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), PT Selaras Citra Nusantara Perkasa tbk (SCNP), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), dan PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk (MFMI).
Grafik IHSG

