IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 1,55%, Sebaliknya INAI dan HITS Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025), anjlok sebanyak 96,96 poin (1,55%) menjadi 6.161,22. Penurunan tersebut tersebut terpengaruh kejatuhan saham-saham big cap.
Penurunan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor teknologi dengan kenaikan 3,79%. Penurunan terdalam melanda saham sektor material dasar 3,20%, sektor property 2,68%, sektor energi 2,63%, sektor kesehatan 2,35%, sektor consumer primer 1,65%, sektor industry 1,84%.
Baca Juga
Pandu Sjahrir Optimistis Susunan Pengurus Danantara Kembalikan Sentimen Positif IHSG
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten konglomerasi, seperti milik Prajogo Pangestu berupa BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti AMMN, BBRI, dan BBNI. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menguat 8%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 34,16% menjadi Rp 216 dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menguat 24,35% menjadi Rp 286.
Penguatan juga melanda saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) sebanyak 21,95% menjadi Rp 500, PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 19,90% menjadi Rp 6.175, dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) naik 10,64% menjadi Rp 780.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Hatten Bali Tbk (WINE), dan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI).
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 123,49 poin (1,94%) menjadi 6.258,18. Investor asing makin gencar membukukan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 2,35 triliun didominasi BBCA Rp 1,32 triliun, BBNI Rp 514,20 miliar, dan BMRI sebanyak Rp 512,21 miliar.
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dipicu atas kejatuhan saham-saham bank besar, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, dan BBRI. Sebaliknya penguatan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT, belum mampu untuk menahan indeks dari penurunan dalam hari ini.

