Saham Bukalapak (BUKA) Melesat, Manajemen Ungkap Informasi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Manajemen PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) buka suara terkait rumor akan diakuisisi e-commerce asal China, yakni Temu. Sedangkan
"Perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi Perseroan oleh e-commerce dari TEMU," tulis Sekretaris BUKA, Cut Fika Lutfi dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu, (9/10/2024).
Baca Juga
Saham Bukalapak (BUKA) Terbang Usai Direktur Ini Mundur, Bagaimana Target harganya?
Sehubungan dengan rumor akuisisi tersebut, manajemen BUKA menyebutkan, perseroan akan membuka keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, apabila perseroan menerima informasi yang telah diverifikasi kebenarannya atas rencana akuisisi tersebut.
Terkait penguatan harga saham pada 7 Oktober 2024, dia mengatakan, sebagai reaksi pasar atas informasi terkait rencana akuisisi perseroan yang belum diverifikasi kebenarannya dan tidak pernah dikonfirmasi oleh manajemen perseroan.
Sebagaimana diketahui, saham BUKA mendadak melesat lebih dari 21% menjadi Rp 140 pada perdagangan saham intraday sesi I di BEI pada Senin, (7/10/2024) lalu.
"Spekulasi pasar berada di luar kendali Perseroan. Oleh karenanya, Perseroan menghimbau agar para pemegang saham publik dan investor dapat memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait Perseroan," sambungnya.
Baca Juga
OJK Meminta Bukalapak (BUKA) Belanjakan Dana IPO Saham Tersisa Rp 9,8 Triliun Sesuai Prospektus
Meski Manajemen Bukalapak sudah membantah kabar ini, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam catatannya menyebut potensi akuisisi ini masih spekulasi dan rumor, penting untuk menunggu terwujudnya untuk menilai penilaian yang sebenarnya dan kualitas kesepakatan.
Namun jika berhasil, Christopher menilai hal itu dapat menghidupkan, kembali harga saham Bukalapak (BUKA), membantu perusahaan tetap relevan di sektor teknologi Indonesia, terutama setelah pengunduran diri Direktur BUKA Teddy Oetomo.
Grafik Saham BUKA

