Saham Bukalapak (BUKA) Tetap Favorit, Analis Ini Ungkap Sejumlah Faktor
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan kinerja keuangan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga akhir September 2023 sudah berada di jalur yang benar. Apalagi setelah perseroan menunjukkan penguatan margin kontribusi lebih lanjut.
Bukalapak (BUKA) mencatatkan perbaikan drastis EBITDA disesuaikan dari rugi semula Rp 1,05 triliun sampai September 2022 menjadi hanya rugi Rp 429 miliar sampai September 2023. Margin kontribusi juga menjadi positif Rp 410 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi margin kontribusi Rp 43 miliar.
Baca Juga
Perbaikan Berlanjut, Target Harga Saham Bukalapak (BUKA) Menggiurkan
Analis Samuel Sekuritas Laurencia Hiemas dan Muhammad Farras Farhan mengatakan, keberhasilan BUKA kembali membukukan margin kontribusi kuartalan yang positif menjadi Rp 182 miliar pada kuartal III-2023 atau kelima kali berturut-turutmembuktikan kemampuan BUKA untuk meningkatkan skalabilitas melalui inisiatif specialty store dan bisnis O2O .
“Namun, satu hal yang menarik perhatian kami adalah BUKA membukukan angka tersebut saat TPV cenderung flat sebesar Rp 41 triliun. Hal ini membuktikan tesis bahwa BUKA memiliki lebih banyak ruang untuk pertumbuhan dibandingkan kompetitornya (GOTO). Kedua perusahaan bertujuan untuk membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal III tahun ini,” terangny dalam riset yang dipublikasikan Rabu (1/11/2023).
Dengan situasi saat ini, dia mengatakan, saham BUKA merupakan favorit untuk meraih pencapaian profitabilitas paling cepat. “Saham BUKA tetap menjadi favorit untuk saham sektor teknologi, berkat cadangan kas yang melimpah dan upayanya untuk mencari peluang pertumbuhan organik dan anorganik,” terangnya.
Dia menambahkan, BUKAjuga diprediksi dapat untuk menurunkan burn ratedan meningkatkan take rate melalui inisiatif speciallty store. Di antaranya sektor game yang mampu menorehkan take rate jumbo hingga berada di atas 7%. Hal ini menjadikan take rate keseluruhan BUKA menjadi 2,82%.
Baca Juga
Bukan Cuma Profitabilitas, Kualitas Pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga Membaik
Optimistis terhadap penguatan prospek saham BUKA juga datang dari proyeksi manajemen terhadap ekspansi bisnis O2O dengan mengakuisisi lebih banyak mitra dan menyediakan lebih banyak produk guna meningkatkan skalabilitas.
Hal ini mendorong Sameul Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 310. Target harga tersebut mencerminkan perkiraan EV/sales sekitar 3,5 kali. Saat ini, saham BUKA diperdagangkan di level EV/salese sekitar 1,7 kali atau menyiratkan diskon 62% dibandingkan peers global dan regional.

