IHSG Anjlok 6,34% dalam 6 Hari, Analis Ungkap Sejumlah Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Adanya potensi slower pace pemangkasan suku bunga The Fed tahun 2025 menjadi faktor utama pemicu penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (19/12/2024), sebanyak 116,04 poin (1,63%) menjadi 6.991,84. Penurunan tersebut membuat total koreksi IHSG dalam enam hari perdagangan sebanyak 6,34%.
Head Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, penurunan ini sejalan dengan estimasi sebelumnya terkait potensi slower pace untuk pemangkasan suku bunga di tahun 2025.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,62% ke Level 6.991, Sebaliknya Saham PGLI, SAFE, dan SONA ARA
"Paska FOMC diumumkan secara resmi oleh Fed terlihat dot plot hanya terjadi pemangkasan suku bunga dua kali atau sebesar 50bps. Peluang penurunan tersebut jauh di bawah eksptekasi kuartal lalu," kata Audi saat dihubungi investortrust.id Kamis (19/12/2024).
Kondisi ini, kata Audi, menimbulkan gejolak di pasar saham seiring dengan potensi pelemahan daya beli hingga perlambatan ekonomi. "Bahkan, potensi terjadinya pelemahan nilai Rupiah kembali berlanjut, sehingga hal ini berpontensi mendorong shifting investment ke dalam aset yang low risk," terang dia.
Baca Juga
Turunkan Suku Bunga 25 Bps, The Fed Indikasikan Dua Kali Pemangkasan pada 2025
Selain itu sentimen Fed, menurut dia, penurunan IHSG dan indeks bursa saham dunia lainnya dipengaruhi atas proyeksi ekonomi Amerika Seriakat (AS) tahun 2025 dan perkiraan inflasi menjadi 2,5% dari forcast sebelumnya 2,1%.
"Sementara proyeksi tingkat pengangguran cenderung berada di level 4,3% dan ini yang menjadikan Fed akan lebih konservatif dalam langkah kebijakan moneter tahun depan," ucap Audi.
Anjlok 6 Hari Beruntun
Berdasarkan data, penurunan IHSG hari ini tercatat sebagai koreksi hari keenam. Total penurunan IHSG dalam enam hari terakhir sudah mencapai 6,34% dari level 7.464 pada penutupan Rabu (11/12/2024) menjadi 6.991 hingga penutupan sesi I hari ini.
Terkait koreksi hari ini dipicu atas penurunan seluruh sektor saha, seperti sektor material dasar 2,82%, sekteor teknologi 2,77%, sektor industry 1,68%, sektor consumer primer 1,72%, dan sektor keuangan 1,67%, dan sektor transportasi 1,89%.
Baca Juga
Saham Terbang 1.110% hingga Disuspensi, Aesler Grup (RONY) Mendadak Umumkan Negosiasi Ini
Meski IHSG sesi I hari ini ditutup terjun bebas, sejumlah saham masih torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), PT Pembangunan Graha Lesatari Indah Tbk (PGLI) naik 33,77% menjadi Rp 202, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 34,077% menjadi Rp 244, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 19,74% menjadi Rp 6.825.
Penguatan juga melanda saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) menguata 28,89% menjadi Rp 116 dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menguat 16,34% menjadi Rp 890.
Grafik IHSG

