AI iPhone Beri Informasi Salah, Merebak Kekhawatiran Informasi Salah dari AI
JAKARTA, Investortrust.id - Fitur kecerdasan buatan yang tersemat dalam iPhone dilaporkan menghasilkan notifikasi berita yang salah. Hal ini memicu kekhawatiran tentang potensi teknologi AI yang bisa menyebarkan informasi yang salah.
Diberitakan CNBC.com Rabu (8/1/2025), sebuah fitur yang baru-baru ini diluncurkan oleh Apple yang merangkum pemberitahuan pada pengguna AI, mengeluarkan notifikasi dari aplikasi BBC News yang dirangkum secara tidak akurat tentang semifinal Kejuaraan Dart Dunia PDC. Fitur kecerdasan buatan di iPhone tersebut secara keliru mengeklaim bahwa pemain dart Inggris Luke Littler telah memenangkan kejuaraan tersebut.
Kendati kompetisi tersebut benar dimenangkan oleh Littler, namun pemberian informasi dari AI terjadi sehari sebelum final turnamen sebenarnya.
Beberapa jam setelah insiden, pemberitahuan terpisah yang dihasilkan oleh Apple Intelligence, sistem AI milik raksasa teknologi tersebut, secara keliru menyebutkan bahwa legenda tenis Rafael Nadal telah mengaku sebagai gay.
Baca Juga
Meski Apple Bangun Pabrik AirTag di Batam, iPhone 16 Tetap Diblokir
BBC dilaporkan telah meminta Apple memperbaiki masalah tersebut dalam waktu satu bulan. Stasiun penyiaran Inggris tersebut mengajukan keluhan kepada Apple pada bulan Desember 2024, setelah fitur AI-nya menghasilkan berita utama palsu yang menyatakan bahwa Luigi Mangione, pria yang ditangkap setelah pembunuhan CEO perusahaan asuransi kesehatan UnitedHealthcare Brian Thompson di New York, telah menembak dirinya sendiri. Dan peristiwa ini tidak pernah terjadi.
Apple tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar ketika dihubungi oleh CNBC. Pada hari Senin (7/1/2025), Apple mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang mengerjakan pembaruan untuk menyelesaikan masalah yang ada, dengan menambahkan klarifikasi yang menunjukkan kapan Apple Intelligence bertanggung jawab atas teks yang ditampilkan dalam notifikasi. Saat ini, notifikasi berita yang dihasilkan muncul langsung dari sumbernya.
“Fitur-fitur Apple Intelligence masih dalam versi beta dan kami terus melakukan perbaikan dengan bantuan umpan balik pengguna,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada BBC. Apple menambahkan bahwa pihaknya mendorong pengguna untuk melaporkan jika mereka melihat “ringkasan pemberitahuan tak terduga.”
BBC bukan satu-satunya organisasi berita yang terpengaruh oleh Apple Intelligence yang merangkum pemberitahuan berita secara tidak akurat. Pada bulan November 2024, fitur tersebut mengirimkan pemberitahuan yang diringkas oleh AI secara keliru, mengeklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah ditangkap.
Kesalahan tersebut ditandai di aplikasi media sosial Bluesky oleh Ken Schwencke, editor senior di situs jurnalisme investigatif ProPublica.

