Kinerja masih Positif, Saham GTS Internasional (GTSI) Dinilai Kemurahan
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) dinilai sudah terlalu murah, dibandingkan dengan potensi kinerja keuangan dan total aset yang dimilikinya. Harga tersebut juga sudah tak mencerminkan kinerja keuangan saat ini, sehingga terbuka peluang penguatan ke level Rp 45.
Berdasarkan data kinerja keuangan semester I-2024, GTSI mencatatkan kenaikan pendapatan dari US$ 13,50 juta menjadi US$ 15,27 juta. Laba usaha memang turun dari US$ 7,07 juta menjadi US$ 2,94 juta, namun nilainya tetap positif.
Baca Juga
GTSI Kantongi Kontrak dari PLN Rp 65 Miliar, Kinerja Akan Terdongkrak
GTSI juga mencatatkan laba tahun berjalan senilai US$ 2,60 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 7,31 juta. Dengan raihan tersebut, laba per saham perseroan setara dengan Rp 6, bandingkan dengan harga saham GTSI saat ini baru level Rp 30 per saham.
Perseroan juga memiliki total aset jumbo mencapai US$ 108,17 juta hingga akhir Juni 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 107,84 juta. Sedangkan libilitas turun dari US$ 46,20 juta menjadi US$ 45,36 juta. Dengan kinerja tersebut maka PBV GTSI mencapai 0,57 kali.
Baca Juga
Laba Bersih GTSI Tergerus 48,18% Menjadi US$ 1,11 Juta, Ini Penyebabnya
Harga saham yang terlalu murah tersebut juga mendorong Komisaris Utama GTSI AR Sofyan untuk menambah kepemilikan saham. Bulan lalu, dirinya membeli sebanyak 260 ribu saham GTSI dengan harga berkisar Rp 30-32 per saham, sehingga total saham miliknya bertambah menjadi 660 ribu unit. Pembelian ini juga merefleksikan peluang kebangkitan kembali grup Humpuss.

