GTS Internasional (GTSI) Ungkap Lonjakan Laba hingga Kontrak Baru Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mencatatkan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 80,90% menjadi US$ 5,3 juta hingga kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 2,93 juta.
Sebaliknya pendapatan perseroan justru turun dalam dari US$ 31,10 juta hingga September 2022 menjadi US$ 16,99 juta hingga September 2023. Begitu juga dengan beban pokok penjualan turun dari US$ 20,19 juta menjadi US$ 10,83 juta.
Baca Juga
Beli Kapal Baru, Wintermar (WINS) Jamin Pembiayaan Anak Usaha Rp 27 Miliar
Berdasarkan laporan kinerja keuangan GTSI ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/10/2023), menyebutkan bahwa peningkatan laba bersih tersebut didukung atas penurunan beban umum administrasi, penurunan beban operasi lainnya, dan kenaikan pendapatan operasi lainnya.
Hal ini membuat penurunan laba usaha perseroan menipis dari US$ 6,34 juta hingga kuartal III-2022 menjadi US$ 5,81 juta hingga kuartal III-2023. Lonjakan laba bersih juga didukung atas penurunan biaya keuangan dari US$ 2,06 juta menjadi US$ 401 ribu.
Baca Juga
Selain itu, manajemen GTSI mengumumkan telah meraih kontrak baru senilai US$ 4,1 juta untuk jangka waktu 12 Oktober hingga 31 Desember 2023. Perseroan juga diberikan opsi untuk memperpanjang kontrak tersebut.
Kontrak tersebut berupa pengangkutan LNG dari pelabuhan Bontang dan Tangguh ke beberapa pelabuhan bongkar LNG di Indonesia. Kontrak tersebut didapatkan anak usaha GTSI, PT Hikmah Sarana Bahari, dengan PT PLN Energi Primer Indonesia.

