Didukung Faktor Ini, Laba Atribusi GTS Internasional (GTSI) Melesat 50%
JAKARTA, investortrust.id – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 50% menjadi US$ 3,99 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,66 juta.
Manajemen GTSI dalam rilis laporan keuangan 2023 di Jakarta, Sabtu (30/3/2024), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut didukung adanya keuntungan atas pelepasan saham entitas anak, penurunan biaya keuangan, dan penurunan beban usaha.
Baca Juga
GTSI Kantongi Kontrak dari PLN Rp 65 Miliar, Kinerja Akan Terdongkrak
Sedangkan pendpatan perseroan justru turun dari US$ 41,22 juta pada 2022 menjadi US$ 32,16 juta pada 2023. Sedangkan beban pokok pendapatan turun dari US$ 26,69 juta menjadi US$ 21,92 juta. Alahasil laba kotor turun dari US$ 14,52 juta menjadi US$ 10,23 juta.
Meski laba kotor turun, perseroan berhasil mencetak lompatan laba atribusi yang didukung sejumlah faktor berikut. Di antaranya, beban usaha turun dari US$ 6,86 juta menjadi US$ 3,03 juta, biaya keuangan turun dari US$ 2,59 juta menjadi US$ 1,71 juta, dan adanya keuntungan atas pelepasan saham entitas anak US$ 1,39 juta.
Baca Juga
GTS Internasional (GTSI) Ungkap Lonjakan Laba hingga Kontrak Baru Ini
Sejumlah faktor tersebut menjadikan total laba sebelum pajak penghasilan meningkat dari US$ 5,20 juta menjadi US$ 7,88 juta. Sedangkan laba tahun berjalan meningkat dari US$ 5,12 juta menjadi US$ 7,79 juta.
Tahun lalu, GTS Internasional (GTSI) membukuka penurunan total aset dari US$ 123,80 juta menjadi US$ 107,84 juta. Begitu juga dengan total liablitas turun dari US$ 66,83 juta menjadi US$ 46,20 juta.
GTSI merupakan perusahaan pengangkutan LNG lokal yang dikendalikan Tommy Soeharto melalui PT Humpuss Maritim. Sebagaimana diketahui Humpuss Maritim menjadi pemegang 84,8% saham GTSI.

