IHSG Dilanda Profit Taking, Tapi Tiga Saham Ini justru Auto Reject Atas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/9/2024), ditutup melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking sebanyak 19,11 poin (0,25%) menjadi 7.702,74 setelah sempat anjlok sebanyak 67 poin pada sesi I. Pergerakan indeks dalam rentang 7.654-7.748 denga nilai transaksi Rp 8,97 triliun.
Pelemahan tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas sektor saham, seperti sektor kesehata 0,97%, sektor energi 0,62%, sektor infrastruktur 0,57%, sektor industri 0,51%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor keuangan 0,18%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti 1,91% dan sektor konsumer primer 0,14%.
Baca Juga
Sebaliknya penguatan hingga auoto reject atas (ARA) melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melesat 34,74% menjadi Rp 256, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 35% menjadi Rp 189, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 24,86% menjadi Rp 2.310.
Penguatan mengesankan juga melanda saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) sebanyak 33,33% menjadi Rp 168, PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 20,41% menjadi Rp 590, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melesat 13,25% menjadi Rp 8.550.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), PT Perma Plasindo Tbk (BINO), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI).
Baca Juga
Revisi Naik Target Saham Barito Pacific (BRPT) Jadi Rp 3.500, Sekuritas Ini Ungkap 4 Katalis Ini
Pelemahan indeks hari ini berbanding terbalik, dibandingkan pencapaian akhir pekan lalu dengan keberhasilan IHSG ukir rekor tertinggi baru (all time high/ATH) setelah naik 40,81 poin (0,53%) menjadi 7.721,85. Pemodal asing makin agresif borong (net buy) saham mencapai Rp 1,02 triliun pada perdagangan hari terakhir pekan ini
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, khususnya sektor keuangan 1,91%. Kenaikan juga melanda saham sektor kesehatan 0,55%, sektor properti 0,27%, sektor teknologi 0,27%, sektor konsumer non primer 0,21%, dan sektor transportasi 0,17%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur, industri, material dasar, dan sektor energi.
Grafik IHSG

