IHSG Dilanda Profit Taking Anjlok 0,89%, tapi 8 Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7/2025), ditutup anjlok dilanda aksi ambil untung (profit taking) sebanyak 68,02 poin (0,89%) menjadi 7.549,89. Rentang pergerakan kisaran 7.528-7.667 dengan nilai transaksi Rp 13,89 triliun.
Meski IHSG anjlok, saham dengan catatan penguatan hingga auto reject atas (ARA) bertaburan, seperti PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 34,97% menjadi Rp 220, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) naik 34,92% menjadi Rp 85, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) naik 34,85% menjadi Rp 89, dan PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) melesat 34,57% menjadi Rp 109.
Baca Juga
Laba BCA (BBCA) Capai Rp 29 Triliun di Semester I 2025, Naik 8%
Penguatan pesat hingga ARA juga melanda saham PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) sebanyak 34,38% menjadi Rp 86, PT Pradiksi GUnatama Tbk (PGUN) naik 25% menjadi Rp 1.425, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melesat 24,82% menjadi Rp 342, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,77% menjadi Rp 680.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham SMMA sebanyak 12,77% menjadi rp 16.400, SUNI anjlok 11,35% menjadi Rp 820, CDIA melemah 9,84% menjadi Rp 1.650, LAPD turun 9,68% menjadi Rp 56, dan COIN anjlok 9,66% menjadi Rp 795.
Terkait sektor utama penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor infrastruktur sebanyka 3,21%, sektor keuangan turun 2,13%, sektor material dasar turun 0,84%, sektor energi turun 0,76%, dan sektor property 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry, konsumer non primer, kesehatan, dan konsumer primer.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 3,14 poin (0,04%) menjadi 7.617,91 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 420,74 miliar. Net sell terbanyak BBCA Rp 562,95 miliar, BMRI Rp 105,55 miliar, dan ICBP senilai Rp 56,02 miliar.
Baca Juga
Gandeng Syneos, Siloam (SILO) Buka Akses Terapi Inovatif Lewat Riset Klinis Berstandar Global
Terkait kenaikan tipis indeks kemarin akibat berbalik melemahnya saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) dari sebelumnya ARA level Rp 25.800 di sesi I menjadi anjlok 12,56% ke Rp 18.800 pada penutupan. Sedangkan sektor saham penopang IHSG datang dari sektor material dasar 1,75%, sektor energi 1,02%, sektor teknologi 1,30%, sektor konsumer primer 0,72%, sektor kesehatan 0,85%, dan sektor property 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 1,49% dan sektor transportasi 1%.
Meski IHSG naik tipis, sejumlah saham justru torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SWID melesat 35% menjadi Rp 81, RUIS melesat 34,76% menjadi Rp 252, PGLI naik 34,75% menjadi Rp 190, JARR sebanyak 25% menjadi Rp 545, dan MLPT sebanyak 20% menjadi Rp 38.850.

