IHSG Dilanda Profit Taking Usai Melesat Empat Hari Beruntun, Sebaliknya 4 Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/4/2025), ditutup berbalik melemah terkena aksi ambil untung (profit taking) dengan pelemahan sebanyak 20,9 poin (0,32%) menjadi 6.613. Pelemahan ini berbanding dengan performa sesi I dengan kenaikan 25,27 poin (0,38%) menjadi 6.659.
Pelemahan tersebut dipicu atas penruunan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer, sektor property, dan sektor keuangan. Sebaliknya saham sektor consumer non primer, industry, material dasar, dan kesehatan berhasil torehkan penguatan.
Baca Juga
UBS Naikkan Peringkat Pasar Saham Indonesia Menjadi Overweight, Lima Indikator Ini Jadi Dasarnya
Penurunan tersebut juga dipicu atas koreksi sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BREN, TPIA, BBRI, dan BMRI. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham property yang dikendalikan Aguan, yaitu PANI dan CBDK.
Meski IHSG melemah, empat saham ini justru catatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 34,65% menjadi Rp 171, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 34,15% menjadi Rp 110, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,88% menjadi Rp 1.355, dan PT PAM Mineral Tbk (NICL) naik 24,74% menjadi Rp 474.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) sebanyak 32,69% menjadi Rp 69 dan PT Sinar Ternag Mandiri Tbk (MINE) naik 21,46% menjadi Rp 600. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham NETV, WGSH, DGNS, BNGA, dan MEJA.
Kemarin, IHSG lagi-lagi ditutup melesat sebanyak 96,11 poin (1,47%) menjadi 6.634, namun pemodal asing malah berbalik penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 247,31 miliar.
Baca Juga
IHSG Melesat 4,04% dalam Lima Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Pulih!
Penguatan indeks kemarin ditopang penguatan pesat sejumlah saham big cap, seperti saham emiten Aguan-Anthoni Salam, yaitu PANI melesat 15,38% menjadi Rp 12.000 dan CBDK naik 9,77% menjadi Rp 7.025. Kenaikan juga melanda saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN dan TPIA. Penguatan indeks ini juga ditopang kenaikan saham bank besar ini, yaitu BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Data BEI menyebutkan bahwa penguatan tertinggi dicatatkan saham sektor properti 2,45%, sektor consumer primer 1,70%, sektor keuangan 1,71%, sektor kesehatan 2,22%, sektor industry 1,27%, dan sektor consumer non primer 1,61%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan teknologi.

