Usai Melesat 4 Hari Beruntun, IHSG Akhirnya Dilanda Profit Taking
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/7/2024), akhirnya ditutup terkoreksi setelah empat hari beruntun melesat sebanyak 3,6%. IHSG dilanda aksi ambil untung (profit taking) dengan pelemahan 14,49 poin (0,20%) menjadi 7.125,14.
Pemicu utama koreksi IHSG datang dari koreksi saham kapitalisasi pasar besar, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 2,64% menjadi Rp 10.150 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 1,10% menjadi Rp 9.000. Penurunan indeks juga dipicu pelemahan saham bank papan atas, seperti saham BBRI dan BMRI.
Baca Juga
Kinerja Mei dan Isu Muamalat Jadi Booster BTN (BBTN) Semester II-2024
Sedangkan saham penyelemat IHSG dari penurunan lebih dalam datang dari penguatan saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) naik 7,67% menjadi 17.550, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,98% menjadi Rp 1.175, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat tipis.
Adapun tiga saham dengan penguatan persentase terbesar hari ini ini datang dari saham PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) melesat 26,01% menjadi Rp 218, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menguat hingga auto reject atas (ARA) 24,56% menjadi Rp 284, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menguat 22,64% menjadi Rp 130.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham GOLF Milik Anak Tommy Soeharto Sebagai Efek Syariah
Sektor saham penekan utama IHSG hari ini datang dari sektor transportasi turun 1,51%, sektor kesehatan melemah 1,10%, dan sektor infrastruktur melemah 0,54%. Penguatan melanda saham sektor teknologi 0,13%, sektor properti 0,53%, dan sektor energi 1,52%.
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 76,05 poin (1,08%) menjadi 7.139,63. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 185,29 miliar.
Grafik IHSG

