IHSG Sesi I Dilanda Profit Taking, Sebaliknya Saham Emiten Haji Isam Bangkit hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (22/10/2025), ditutup melemah sebanyak 29,28 poin (0,36%) menjadi 8.208. Penurunan dipicu aksi ambil untung (profit taking) sejumlah saham setelah melesat dalam dua hari terakhir.
Penekan utama indeks datang dari koreksi saham sektor material dasar 2,10%, sektor teknologi 0,33%, sektor keuangan 0,34%, energi 0,31%, dan sektor kesehatan 0,63%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri, konsumer non primer, properti, transportasi, dan infrastruktur. Sebaliknya saham Haji Isam, seperti JARR, PGUN, dan TEBE bangkit hingga ARA.
Baca Juga
Bahlil: Hilirisasi Adalah Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Strategi Ekonomi
Adapun beberapa saham yang berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu NIRO naik 34,97% menjadi Rp 220, RANC naik 25% menjadi Rp 1.100, AKSI naik 25% menjadi Rp 470, JARR naik 25% menjadi Rp 3.900, FAST menguat 25% menjadi Rp 540, TEBE naik 24,87% menjadi Rp 2.410, PGUN naik 19,96% menjadi Rp 15.025, dan RISE naik 19,86% menjadi Rp 8.750.
Meski tak ARA, saham ini cetak lompatan harga, yaitu saham AYLS naik 32,57% menjadi Rp 232, CENT 31,06% menjadi Rp 173, BOBA naik 24,21% menjadi Rp 236, BULL naik 21,97% menjadi Rp 322, SSTM naik 20,45% menjadi Rp 530, dan COCO naik 20,26% menjadi Rp 368, dan PURI naik 20% menjadi Rp 360.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 149,1 poin (1,84%) menjadi 8.238 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,34 triliun, terbanyak disumbangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,30 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 238,64 miliar.
Kenaikan ditopang penguatan saham sektor infrastruktur 3,46%, sektor property 3,51%, sektor transportasi 3,82%, sektor energi 1,49%, sektor konsumer primer 1,23%, sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan konsumer non primer.
Baca Juga
Sejalan dengan lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti NIRO menguat 34,71% menjadi Rp 163, INDX menguat 34,18% menjadi Rp 212, BULL melesat sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, BESS menguat 25% menjadi Rp 1.675, MORA naik 25% menjadi Rp 1.350, dan SSTM naik 25% menjadi Rp 440.
ARA juga melanda saham WAPO naik 24,79% menjadi Rp 292, FITT naik 24,55% menjadi Rp 1.040, AKSI naik 24,50% menjadi Rp 376, BABY naik 24,42% menjadi Rp 535, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, dan RISE naik 19,67% menjadi Rp 7.300. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan harga pesat FUTR naik 22,88% menjadi Rp 725 dan PGLI naik 20,32% menjadi Rp 450.

