IHSG Sesi I Dilanda Profit Taking 0,44%, Sebaliknya YPAS, KETR, dan RLCO Bertahan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (9/12/2025), ditutup melemah terkena aksi ambil untung (profit taking) dengan penurunan sebanyak 38,73 poin (0,44%) menjadi 8.671,97. Rentang pergerakan 8.663-8.749 dengan nilai transaksi Rp 13,49 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry, material dasar, energi, konsumer primer, konsumer non primer, property, dan transportasi. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan kesehatan.
Baca Juga
Di tengah penguatan ini, saham berikut catatkan lomptan harga, yaitu YPAS naik 25% menjadi Rp 775, saham KETR sebanyak 24,87% menjadi Rp 1.205, RLCO sebanyak 24,78% menjadi Rp 282 dan SOTS naik 24,32% menjadi Rp 690. Meski tak ARA, saham BOLA melesat 29,27% menjadi Rp 212, FIRE naik 27,84% menjadi Rp 124, SSTM naik 24,63% menjadi Rp 1.670, dan KIOS naik 21,97% menjadi Rp 161.
Kemarin, IHSG ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) atau rekor baru setelah naik 77,94 poin (0,90%) menjadi 8.710. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 52,99 miliar, terbanyak saham DEWA mencapai Rp 159,85 miliar, BMRI mencapai Rp 114 miliar, dan GOTO mencapai Rp 86,89 miliar.
Kenaikan ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi sebanyak 2,73%, sektor teknologi 2,64%, sektor kesehatan 2,80%, sektor infrastruktur 2,05%, sektor konsumer primer 1,40%, sektor keuangan 1,37%, sektor transportasi 2,17%, dan sektor konsumer non primer 0,83%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor industry 1,43%.
Baca Juga
Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 25 Triliun di Nataru, Naik 5,8%
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KIOS naik 34,59% menjadi Rp 132, RLCO naik 34,52% menjadi Rp 226, dan VAST menguat 34,75% menjadi Rp 190.
ARA juga melanda saham Haji Isam ini JARR naik 24,83% menjadi Rp 3.670, TEBE naik 25% menjadi Rp 2.500, dan FAST naik 25% menjadi Rp 615. ARA juga melanda saham KETR naik 24,52% menjadi Rp 965, SOTS naik 24,44% menjadi Rp 555, dan LCKM naik 24,82% menjadi Rp 352.

