IHSG Sesi I Anjlok 64 Poin, tapi Lima Saham Ini Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (9/9/2024), akhirnya terhempas sebanyak 64,61 poin (0,84%) menjadi 7.657. Penurunan terjadi sejalan dengan koreksi bursa saham AS dan Eropa akhir pekan lalu.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 1,97%, sektor konsumer non primer 1,05%, sektor energi 1,05%, sektor industri 1%, dan sektor infrastruktur 1,08%. Sebaliknya saham sektor properti satu-satunya yang berhasil naik 0,35%.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Kumpulkan Para Bankir di Banking AI Day, Mau Bahas Apa?
Meski IHSG dihantam hingga terjerembab, sejumlah saham justru torehkan lompatan harga signfikan, seperti saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) naik 31,58% menjadi Rp 250, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) melesat 30,89% menjadi Rp 250, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,86% menjadi Rp 2.310.
Penguatan juga melanda saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) sebanyka 19,23% menjadi Rp 124, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) sebanyak 16,81% menjadi Rp 139, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 16,50% menjadi Rp 1.165.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), PT Grand House Mulia Tbk (HOMI), PT Perma Plasindo Tbk (BINO), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
Baca Juga
Revisi Naik Target Saham Barito Pacific (BRPT) Jadi Rp 3.500, Sekuritas Ini Ungkap 4 Katalis Ini
IHSG akhir pekan lalu berhasil ukir rekor tertinggi baru (all time high/ATH) setelah naik 40,81 poin (0,53%) menjadi 7.721,85. Pemodal asing makin agresif borong (net buy) saham mencapai Rp 1,02 triliun pada perdagangan hari terakhir pekan ini
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, khususnya sektor keuangan 1,91%. Kenaikan juga melanda saham sektor kesehatan 0,55%, sektor properti 0,27%, sektor teknologi 0,27%, sektor konsumer non primer 0,21%, dan sektor transportasi 0,17%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur, industri, material dasar, dan sektor energi.
Grafik IHSG
