IHSG Mendadak Terjungkal lebih dari 1%, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah ke level 7.638,232 atau turun 0,732% pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (3/9/2024). Bahkan, IHSG telah melemah 82 poin (1,11%) menjadi 7.611 hingga pukul 15.26 WIB.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini masih wajar dipicu minimnya sentiment positif di BEI.
Baca Juga
BEI: Pipeline IPO 28 Perusahaan, 5 di Antaranya Beraset Jumbo
“Dari sisi global, Amerika Serikat sedang memperingati labor day yang membuat perdagangan saham di negara tersebut libur. Sedangkan dari sisi domestic, PMI manufaktur dua kali mengalami kontraksi, indeks manufaktur turun ke 48,9 pada Agustus 2024, dibandingkan Juli 2024 sebesar 49,3,” kata Nafan saat dihubungi investortrust.id Selasa (3/9/2024).
Penurunan data PMI tersebut, terang Nafan, menandakan low on demand domestic. Pelemahan tersebut juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan deflasi 4 bulan berturut-turut, sehingga wajar IHSG terkoreksi.
Baca Juga
Tambah Kapal, Saham Emiten yang Teraffiliasi dengan Happy Hapsoro (CBRE) Ini Layak Dilirik
Meski laju penguatan IHSG terhenti hari ini, Nafan menegaskan, Mirae Asset masih menargetkan target IHSG hingga akhir tahun 2024 menuju level 7.915. “Target IHSG tahun ini tetap 7.915. Target ini didukung derasnya capital inflow dalam rangka defense pivot policy, nah hal tersebut esensial sekali,” terang Nafan.
Dia melanjutkan, apabila The Fed menerapkan pelonggaran suku bunga pada September diharapkan tren penurunan suku bunga acuan mulai melanda dunia, termasuk Bank Indonesia (BI) yang akan mengikuti kebijakan tersebut. Pemangkasan tersebut akan membuat likuiditas pasar modal meningkat dan membuat performa IHSG lanjutkan penguatan.
Grafik IHSG

