January Effect Pudar Lebih Dini, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah Analis Pasar Modal menilai January Effect mulai memudar di awal tahun 2024. January Effect adalah sebuah fenomena di mana harga saham cenderung mengalami kenaikan pada awal tahun.
Analis Pasar Modal, Hans Kwee menyebut Januari Effect fenomena yang lebih banyak terjadi di luar negeri. Menurutnya awal tahun sering kali saham-saham size kecil memberikan kinerja yang baik.
“Karena para pengelola dana melakukan alokasi baru, mereka memindah kembali sahamnya di awal tahun, setelah di akhir tahun pindah dari saham kecil ke big cap,” ujar Hans saat dihubungi investortrust.id Rabu, (24/1/2024).
Baca Juga
Akuisisi Mandala Finance oleh MUFG dan Adira Finance Diharapkan Beres Awal Tahun Ini
Hans mengungkapkan hal itu hanya masalah pajak dan di Indonesia tidak selalu terjadi. “Hanya Januari naik lebih di faktor alokasi fund baru untuk investasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji mengatakan, Januari Effect hanya berlaku pada awal minggu saja.
Baca Juga
Pengamat Ini Sebut January Effect Sedang Berlangsung, Tetapi IHSG Masih Merah, kok Bisa?
Dia menegaskan, ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date (ytd) sempat ditutup pada level 7.400, Nafan menyebut saat itu pelaku pasar masih terimbas euforia potensi penerapan pivot policy khususnya dari The Fed.
“January effect itu saya lihat sih sudah mulai meredah ya,” ucap Nafan saat dihubungi investortrust.id Rabu, (24/1/2024).
Lebih lanjut, Nafan mengungkapkan dengan pemilu yang akan berjalan dalam waktu dekat ini menjadi faktor yang membuat para pelaku pasar memang lebih memiliki sikap prudent.

