Tinggal Seminggu, IHSG Masih Merah, Apakah January Effect Masih Berpeluang Muncul?
JAKARTA, investortrust.id – Para investor di pasar saham sedang harap-harap cemas menungguJanuary effect. Maklum, indeks harga saham gabungan (IHSG) selama tahun berjalan (year to date/ytd) masih minus 0,60%. Masih adakah peluang January effect dalam sepekan ke depan?
January effect adalah fenomena saat harga saham naik pada bulan Januari. Siklus ini nyaris terjadi setiap bulan Januari. Para investor di lantai bursa biasanya memborong saham pada bulan Januari dengan ekspektasi, spirit, dan kocek baru setelah menutup perdagangan pada akhir tahun sebelumnya.
Berdasarkan catatan investortrust.id, IHSG dalam 13 tahun terakhir lebih banyak mengalami January effect. Namun, tahun lalu, January effect tidak terjadi.
Baca Juga
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengungkapkan, January effect kemungkinan kecil terjadi tahun ini. Itu karena IHSG sejak November 2023 hingga pekan kedua Januari 2024 menguat signifikan, bahkan mencetak level tertingginya.
“Dalam jangka pendek pun pergerakan IHSG masih cenderung sideways. Pada momen seperti ini, kami khawatir IHSG masih berada pada fase koreksinya,” ujar Herditya kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu (24/01/2024).
Meski demikian, menurut Herditya Wicaksana, sentimen yang beredar secara umum relatif bagus, terutama yang berasal dari ekspektasi investor bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga mulai kuartal I-2024.
“Sentimen positif seperti pemangkasan suku bunga The Fed telah meningkatkan ekspektasi investor walaupun bisa saja tidak terjadi pada kuartal I-2024,” tutur dia.
Baca Juga
Ditopang Crossing Jumbo Saham TBIG, Total Net Buy Asing Rp 1,48 Triliun
Di sisi lain, Herditya mengakui, kondisi perekonomian China, memanasnya konflik di Timur Tengah, dan fluktuasi harga komoditas dunia dapat menjadi pemberat pasar saham global dan domestik.
January effect, menurut Herditya Wicaksana, tidak selalu terjadi dalam 20 tahun terakhir. Itu sebabnya, para investor perlu selalu mencermati sentimen di lantai bursa dan pergerakan IHSG. “Pada medio 2007-2009, kemudian 2020-2021, return IHSG di bulan Januari tidak begitu baik,” tutur dia.

