Meski Pendapatan Naik, Laba Citra Borneo (CBUT) justru Turun, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan tahun 2023 sebanyak 35,35% menjadi Rp 144,24 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 223,14 miliar. Penurunan ini memicu koreksi laba per saham dari Rp 85,70 menjadi Rp 46,16 per saham.
Baca Juga
Sawit Sumbermas (SSMS) Menjadi Pengendali Citra Borneo (CBUT), Kok Bisa?
Manajemen CBUT dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (26/3/2024) menyebutkan, penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan perseroan yang justru meningkat dari Rp 9,61 triliun menjadi Rp 10,31 triliun.
Namun pertumbuhan beban pokok penjualan lebih tinggi dari Rp 8,12 triliun menjadi Rp 9 triliun pada 2023. Alhasil laba bruto perseroan turun dari Rp 1,49 triliun menjadi Rp 1,31 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 413,55 miliar menjadi Rp 311,75 miliar.
Baca Juga
Sedangkan total aset perseroan bertumbuh pesat dari Rp 3,01 triliun pada 2022 menjadi Rp 4,33 triliun tahun 2024. Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan liabilitas perseroan dari Rp 2,25 triliun menjadi Rp 3,43 triliun.
Citra Borneo (CBUT) merupakan perusahaan yang memiliki ketigan usaha bidang pemurnian, pemisahan maupun frasksinasi, dan perdagangan produk kelapa sawit hingga turunannya.

