Saat Pendapatan Turun, Sinar Mas (SMMA) justru Torehkan Kenaikan Laba, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) berhasil mencatatkan lomptan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 1,16 triliun tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 844,56 miliar.
Peningkatan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan SMMA yang justru turun dari Rp 33,18 triliun pada 2022 menjadi Rp 26,93 triliun pada 2023. Penurunan terbesar berasal dari pelemahan pendapatan underwriting asuransi dari Rp 23,26 triliun menjadi Rp 18,03 triliu.
Baca Juga
Sinar Mas Multiartha (SMMA) Caplok 15% Saham Perusahaan Multifinance Rp 60 Miliar
Manajemen Sinar Mas (SMMA) dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Jumat (29/3/2024), menyebutkan bahwa kenaikan laba ditopang keberhasilan perseroan menekan jumbal beban dari Rp 31,94 triliun menjadi Rp 25,64 triliun pada 2023. Alhasil laba sebelum pajak berbalik naik dari Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,28 triliun.
Penurunan beban tersebut dicatatkan beban underwriting dari Rp 23,90 triliun menjadi Rp 16,75 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan underwriting. Penurunan beban tersebut bisa mengimbangi kenaikan beban umum, beban bunga, bebang aji, kerugian penurunan nilai aset, dan beban pokok penjualan.
Baca Juga
Terkait Spin Off UUS Asuransi Sinar Mas, Manajemen Ungkap Progress Terbaru
Selain penurunan beban, kenaikan laba bersih Sinar Mas (SMMA) di tengah penurunan pendapatan didukung atas penurunan beban pajak kini dari Rp 447,44 miliar menjadi Rp 109,83 miliar. Begitu juga dengan pajak tangguhan turun dari Rp 102,12 miliar menjadi Rp 14,29 miliar. Alhasil laba tahun berjalan perseroan meningkat dari Rp 902 miliar menjadi Rp 1,18 triliun.
Peningkatan laba tersebut menjadikan laba bersih per saham SMMA meningkat dari Rp 133 menjadi Rp 184 per saham. Sedangkan pada penutupan perdadangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ini, saham SMMA berada di level Rp 14.600 per saham.

