Solusi Tunas (SUPR) Bukukan Kenaikan Laba Saat Pendapatan Turun, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan menara telekomunikasi yang dikendalikan PT Sarana Menara Infrastruktur Tbk (TOWR), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih hingga Juni 2024, meskipun pendapatan turun.
Manajemen SUPR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/9/2024), menyebutkan bahwa laba periode berjalan yang dapat diatribusikan naik dari Rp 472,55 miliar menjadi Rp 474,51 miliar.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Cetak Kenaikan Laba Semester I-2024, Nilainya Segini
Kenaikan tersebut berbanding terbali dengan pendapatan yang justru turun dari Rp 927,55 miliar menjadi Rp 918,29 miliar. Penurunan tersebut memicu laba bruto perseroan turun dari Rp 696,28 miliar menjadi Rp 682,45 miliar.
Perseroan mencatatkan penurunan beban umum dan administrasi serta penurunan penjualan dan pemasaran yang berimbas terhadap kenaikan laba usaha dari Rp 638,72 miliar menjadi Rp 637,43 miliar. Biaya keuangan perseroan juga turun drastis dari Rp 117,30 miliar menjadi Rp 62,07 miliar. Sebaliknya beban lain-lain melesat dari Rp 10,19 miliar menjadi Rp 71,91 miliar.
Hal ini memicu kenaikan laba periode berjalana perseroan dari Rp 472,55 miliar menjadi Rp 474,51 miliar. Kenaikan tersebut membuat laba per saham SUPR naik dari Rp 415 menjadi Rp 417 per saham.
Baca Juga
SUPR merupakan perusahaan menara telekomunikasi yang dikendalikan TOWR melalui PT Profesional Telekomunikasi dengan kepemilikan 99,96% saham. Dengan demikian SUPR secara tidak langsung menjadi perusahaan yang dikendalikan grup Djarum, sebagaimana diketaui grup Djarum merupakan pengendali saham TOWR.
SUPR diakuisisi Profesional Telekomunikasi sejak Oktober 2021. Usai akuisisi jumlah saham publik turun drastis menjadi 0,04%. Hingga kini, saham SUPR dicatatkan di papan pemantauan khusus (PPK) BEI akibat jumlah saham publik yang kecil. Akhir pekan lalu, saham SUPR ditutup di level Rp 43.875 per saham.
Grafik Saham SUPR

