MDKA Tambah Saham Merdeka Battery (MBMA), Ternyata Target Harga Masih Menggiurkan
JAKARTA, Investortrust.id – Pengendali PT Merdeka Energi Nusantara (MEN) ternyata telah menambah sebanyak 39,05 juta saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sepanjang Agustus 2023. Aksi ini menjadikan total kepemilikan bertambah menjadi 49,94%.
Manajemen MBMA melalui pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin disebutkan bahwa aksi tersebut menjadikan kepemilikan MEN bertambah dari 53,89 miliar saham MBMA menjadi 53,93 miliar saham per akhir Agustus 2023.
Baca Juga
Penguatan Harga Berlanjut, Ternyata Segini Target Harga Merdeka Battery (MBMA)
Aksi serupa juga dilakukan MEN pada Juni 2023 dengan membeli sebanyak 97,55 juta saham MBMA. Aksi beli tersebut dilaksanakan saat harga MBMA masih berada di bawah harga IPO.
Berdasarkan data, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bertindak sebagai pemegang 99,99% saham MEN. Hal ini menjadikan MDKA bertindak sebagai pengendali saham MBMA. Sedangkan Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya (bos Saratoga/SRTG) merupakan pemilik manfaat ultimate beneficial owner MBMA.
Baca Juga
Usai aksi beli saham dilakukan pengendali, harga saham MBMA mulai menunjukkan tren penugatan. Berdasarkan data perdagangan, saham MBMA telah menguat dari level Rp 745 pada akhir Juli 2023 menjadi Rp 835 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Target Harga
Terkait target harga saham MBMA, Analis Indo Premier Skeuritas Reggie Parengkuan dalam risetnya beberapa waktu lalu menyebutkan, saham MBMA masih memiliki ruang penguatan dengan target harga Rp 990, sehingga saham ini direkomendasikan beli.
“Kami melihat peluang perseroan untuk menekan cash cost dan peningkatan margin keuntungan ke depan setelah menuntaskan akuisisi HNMI,” tulisnya dalam riset.
Baca Juga
Selain faktor tersebut, MBMA menunjukkan tren peningkatan volume produksi, termasuk kontribusi dari ZHN. Produksi NPI perseroan mencapai 21,2 ribu ton pada semester I-2023 atau setara dengan 40% dari target tahun ini. Sedangkan dari sisi pertambangan, menurut dia, perseroan melalui PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) memproduksi sebanyak 631 ribu ton bijih nikel.
Target harga saham tersebut juga menggambarkan keberhasilan perseroan melalui anak usahanya PT Zhao Hui Nickel (ZHN) melakukan komisioning smelter NPI ketiga dengan kapasitas produksi sebanyak 50 ribu ton. Penambahan tersebut menjadikan kapasitas produksi NPI perseroan menjadi 88 ribu ton.
Indo Premier menargetkan pertumbuhan laba bersih Merdeka Battery (MBMA) menjadi US$ 43 juta tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 22 juta. Begitu juga dengan pendapatan diprediksi naik dari US$ 456 juta menjadi US$ 1,6 miliar.

