Saham Merdeka Battery (MBMA) Kembali Melesat, Ternyata Target Harga masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melesat pada penutupan perdagangan sepanjang Senin (15/1/2024). Penguatan saham ini terpantau telah berlangsung dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MBMA melesat Rp 65 (11,30%) menjadi Rp 640. Saham emiten anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini bergerak dalam rentang Rp 570-640.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Raih Pinjaman US$ 100 Juta dari Induk Usaha, Berikut Penggunaannya
Bahkan dalam dua hari transaksi, saham MBMA ini telah melesat 17,43% dari Rp 545 menjadi Rp 640. Begitu juga dengan volume transaksi sahamnya menunjukkan peningkatan dalam dua perdagangan terakhir ini.
Lalu, bagaiman dengan target harga saham MBMA? analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra dalam riset yang diterbitkan pekan lalu merekomendasikan beli saham MBMA dengan target harga Rp 730. Dengan penutupan level Rp 640, terbuka penguatan berkisar 14%.
Inav Haria Chandra mengatakan, peningkatan volume produksi baterai kendaraan listrik dan peluang peningkatan permintaan baja nirkarat untuk segmen properti diharapkan mengurangi surplus produksi nikel dunia.
Meski demikian, dia mengatakan, surplus produksi nikel dunia diprediksi tak terhindarkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini dipicu atas penambahan kapasitas produksi smelter yang mulai produksi tahun ini. Yang jelas, saat ini permintaan nikel masih menunjukkan penurunan, meski pemerintah telah meluncurkan insentif penjualan properti.
Baca Juga
Terkait harga jual nikel, dia mengatakan, berpotensi menguat didukung upaya sejumlah negara untuk menstabilkan pasar properti, seperti yang telah dilakukan China dan Indonesia. Peluang kenaikan harga juga didukung mulai bangkit perlahan-lahan sektor infrastruktur China.
Sinarmas Sekuritas mempertahankan harga acuan nikel LME senilai US$ 20 ribu per ton pada kuartal I-2024. Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor nikel dengan pilihan teratas saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.600.

