IHSG bakal Cetak Rekor ATH lagi, Saham HRUM dan MNCN Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/8/2024), diproyeksikan bergerak lanjutkan penguatan menuju rekor tertinggi baru atau all time high (ATH). Target penguatan menuju 8.000 dalam jangka menengah semakin terbuka.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa indeks berpotensi lanjutkan penguatan ke level 7.676 setelah berhasil breakout 7,594. Sedangkan level support yang layak dipantau adalah 7.454.
Baca Juga
Di tengah peluang penguatan indeks, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan dua saham HRUM yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.395-1/460 dan saham MNCN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 362-380. Sebaliknya saham SCMA direkomendasikan jual.
Laju indeks juga akan dipengaruhi berlanjutkan kenaikan indek saham global, seperti Dow Jones kembali menguat 0,16%. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan semalam.
IHSG kemarin ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa dengan kenaikan 61,9 poin (0,82%) menjadi 7.606. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 929,44 miliar.
Baca Juga
Pertemuan Paus Fransiskus dan Jokowi Akan Bahas Apa? Ini Kata Protokol Negara
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 402,42 milair, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 116,58 miliar, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) Rp 115,30 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 84,87 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 66,36 miliar.
Penguatan IHSG kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naiki 2,53%, sektor properti naik 2,01%, sektor energi naik 1,14%, sektor material dasari naik 1,13%, dan sektor keuangan menguat 0,71%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, konsumer non primer, dan sektor industri.
Grafik IHSG
