Market Cap Bursa Bisa Tumbuh Pesat, Jika Hal Ini Dilakukan
JAKARTA, investortrust.id - Hingga kini, kapitalisasi pasar (market cap) modal Indonesia mencapai US$ 773 miliar atau Rp 12.142 triliun. Dengan angka tersebut, masih terbuka peluang penguatan pesat kapitalisasi pasar ke depan.
CEO STAR Asset Management (STAR AM) Hanif Mantiq mengatakan, angka ini masih tergolong rendah, apabila dibandingkan dengan negara lain. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mendorong minat investasi Masyarakat yang lebih tinggi terhadap transaksi di pasar modal Indonesia.
Sedangkan tugas Bursa Efek Indonesia (BEI), Hanif mengatakan, menciptakan berbagai macam produk, seperti ETF, waran terstruktur, dan instrumen lain. Selain itu, ia menggaris bawahi bahwa aturan short selling yang sedang digodok oleh BEI dapat meningkatkan minat investor untuk masuk ke pasar modal.
Baca Juga
Short Selling Diterapkan Oktober 2024, BEI Ungkap Keuntungan Ini bagi Investor
“Short selling itu jangan diartikan negatif ya. Itu juga syarat investor dari luar masuk ke kita yang lewat ETF. Kita nggak bisa on fund ETF dengan fund di luar negeri, kalau kita nggak punya mekanisme short selling,” ujar Hanif di Kantor DANA Indonesia, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Menurutnya, semakin banyak fasilitas dan instrumen yang diluncurkan oleh BEI, hal tersebut dapat menjadi faktor pendukung untuk investor asing untuk masuk ke pasar modal Indonesia.
“Jadi, dengan semakin banyaknya creation dari bursa kita, seperti tadi ya, fasilitas short selling, itu akan membuat investor dari luar juga akan lebih banyak masuk ke kita, karena mereka kan paling takut semacam ada kapital kontrol dan yang lain-lain. Saya kira bursa kita termasuk demokratis,” tuturnya.
Baca Juga
Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/8/2024), dibuka melesat hingga kembali cetak rekor tertinggi baru (all time high/ATH) setelah tembus level 7.460, meski akhirnya ditutup terkoreksi dilanda aksi ambil untung (profit taking).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy memaparkan, apabila terus berlanjut dan tidak ada gejolak yang signifikan di market, BEI optimistis dan berharap kapitalisasi pasar saham dapat menembus angka US$ 1 triliun pada tahun ini dari posisi saat ini di angka US$ 773 miliar.
“Didorong oleh optimisme penurunan suku bunga, penguatan rupiah dan penambahan jumlah emiten tercatat serta kinerja emiten yang terus tumbuh, bukan tidak mungkin kapitalisasi pasar akan terus meningkat signifikan,” terangnya.
Grafik IHSG

