IHSG Berbalik Turun Usai Tembus ATH, Tapi Saham Konstruksi Ini Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (15/8/2024), berbalik dilanda aksi ambil untung (profit taking) setelah pecahkan rekor intraday tertinggi baru (all time high/ATH) level 7.460 di awal transaksi.
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup turun 32,84 poin (0,44%) menjadi 7.403,20 hingga akhir sesi I. Pergerakan indeks dalam rentang 7.386-7.460 dengan nilai transaksi Rp 4,45 triliun.
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Bank Mandiri (BMRI), Berikut Penjelasannya
Penurunan tersebut dipengaruhi atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor konsumer non primer, sektor infrastruktur, sektor keuangan, dan sektor teknologi. Sedangkan saham sektor konsumer primer dan properti bertahap di zona hijau.
Meski IHSG dilanda profit taling, saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) justru bukukan kenaikan auto reject atas (ARA) sebesar Rp 220 (24,86%) menjadi Rp 1.105. Kenaikan serupa melanda saham PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) sebanyak 21,11% menjadi Rp 109, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menguat 21,05% menjadi Rp 138, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 16,46% menjadi Rp 368, dan PT Tempo Scan Padific Tbk (TSPC) menguat 15,57% menjadi Rp 2.820.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Victoria Insurance Tbk (VINS), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Green Power Group Tbk (LABA), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), dan PT Era Graharealty Tbk (IPAC).
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan Juli Turun 1,92% ke US$ 0,47 Miliar MtM, Digerogoti Defisit Migas
IHSG kemarin ditutup ke rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 7.436,04. Pemodal asing kembali torehkan pembelian bersih (net buy) saham lebih dari Rp 500 miliar dengan penyumbang terbesar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 266,24 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 100,61 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 47,83 miliar.
Lompatan ini telah mengalahkan rekor penutupan sebelumnya pada 13 Maret 2024 dengan penutupan level 7.433. Penguatan indeks hingga pecahkan rekor tersebut didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer melesat 2,42%, sektor infrastruktur naik 1,51%, sektor material dasar naik 1,27%, sektor keuangan bangkit 0,81%, dan sektor teknologi menguat 0,74%.
Grafik IHSG

