Usai Sentuh ATH 8.017 di Intraday, IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Turun 4,8 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (15/8/2025), ditutup berbalik melemah tipis 4,8 poin (0,06%) menjadi 7.925,45. Padahal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa (All time high/ATH) level 8.017 tepat saat Presiden Prabowo mulai membacakan pidata kenegaraan di sidan tahunan MPR sekitar pukul 10.27 WIB.
Penyumbang utama kenaikan IHSG ke atas level 8.000 berasal adalah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kenaikan sebanyak Rp 61.325 (18,22%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 397.975.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Gandeng Rukun Raharja (RAJA) Akuisisi 100% Saham Dua Perusahaan Bidang Migas Ini
Namun memasuki penutupan sesi I, IHSG berbalik turun tipis dipengaruhi penurunan sejumlah saham konglomerasi, khususnya emiten Prajogo Pangestu. Sedangkan sektor penekan datang dari saham sektor material dasar, industri, energi, konsumer non primer, properti, dan keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 3,75%, konsumer primer 0,24%, dan kesehatan 0,14%.
Meski IHSG turun tipis, sejumlah saham berikut torehkan lompatan harga, seperti PT First Media Tbk (KBLV) naik 26,53% menjadi Rp 124, PT Pakuan Tbk (UANG) melesat 25% menjadi Rp 530, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) naik 24,53% menjadi Rp 66, PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) naik 22,08% menjadi Rp 940, dan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) naik 19,95% menjadi Rp 11.875.
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham BRNA melemah 10,64% menjadi Rp 840, DEFI turun 9,64% menjadi Rp 890, RAJA turun 5,11% menjadi Rp 2.970, INET melemah 4,96% menjadi Rp 268, HRTA turun 4,83% melemah Rp 690, dan BREN turun 3,79% menjadi Rp 8.875.
Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga cetak all time high (ATH) setelah menguata 38,34 poin (0,49%) ke level 7.931,25. Bahkan, IHSG intraday semapt sentuh 7.975,98. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebanyak Rp 827,42 miliar didukung net buy TLKM Rp 369,51 miliar, BBRI Rp 264 miliar, dan WIFI Rp 130,55 miliar.
Baca Juga
Puan Puji Presiden Prabowo yang Respons Cepat Cabut Izin Tambang di Raja Ampat
Kenaikan IHSG kemarin didukung lompatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah berhasil melesat 10% menjadi Rp 336.675. Kenaikan juga didukung penguatan saham konglomerasi lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Sedangkan sektor saham penyumbang kenaikan indeks datang dari saham sektor teknologi 3,84%, sektor kesehatan 1,38%, sektor konsumer non primer 0,60%, sektor konsumer primer 0,55%, dan sektor energi 0,45%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor saham sektor material dasar, industri, properti, keuangan, dan infrastruktur.
Di tengah lompatan tersebut, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IOTF sebanyak 34,94% menjadi Rp 112, GSMF sebanyak 33,93% menjadi Rp 75, UANG melesat 24,71% menjadi Rp 424, dan IDPR naik 24,77% menjadi Rp 272.

