IHSG Ditutup Turun 0,21%, Meski Intraday Sempat Sentuh Rekor ATH 8.068
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2025), ditutup terkoreksi sebanyak 16,75 poin (0,21%) menjadi 8.008 dengan nilai transaksi Rp 19,84 triliun. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor keuangan, khususnya bank besar.
Meski dilanda penurunan, IHSG intraday sempat cetak rekor tertinggi (all time high/ATH) intraday sepanjang masah sentuh 8.068. Pemicu utama penurunan indeks hari ini adalah kejatuhans aham sektor keuangan 0,84%, sektor property 0,66%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor infrastruktur 0,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 4,26%, sektor konsumer primer 0,70%, energi 0,77%, dan sektor material dasar 0,59%.
Baca Juga
BI dan The Fed Dipangkas, Simak Target Harga dan Potensi Cuan Saham Bank Ini
Meski IHSG dilanda penurunan sejumlah saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) naik 34,51% menjadi Rp 191, saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 24,62% menjadi Rp 2.480, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,62% menjadi Rp 486, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 24,57% menjadi Rp 436.
ARA juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebanyak 24,86% menjadi Rp 452, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) naik 24,64% menjadi Rp 1.290, dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 24,62% menjadi Rp 486, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 20% menjadi Rp 157.225.
Sedangkan saham big cap dengan penguatan mengesankan hari ini adalah saham BRPT naik 16,94% ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa Rp 2.900, PTRO naik 14,70% menjadi Rp 5.150, dan BREN naik 1,68% menjadi Rp 9.075. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham OKAS 14,67% menjadi Rp 256, ITMA 12,73% menjadi Rp 1.165, dan KETR 11,71% menjadi Rp 490.
Baca Juga
Siapkan Dana Rp 2,49 Triliun, Indo Tambangraya (ITMG) akan Buyback Saham Jumbo
Kemarin, IHSG ditutup cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah ditutup naik 67,48 poin (0,85%) menjadi 8.025. Sebaliknya investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 151,35 miliar, terbanyak melanda saham BBCA Rp 566,29 miliar, BMRI Rp 269,47 miliar, dan ANTM Rp 174,28 miliar.
Kenaikan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham, yaitu saham industry naik 2,83%, sektor teknologi 2,47%, sektor konsumer non primer 1,01%, sektor kesehatan 1,05%, sektor energi 0,72%, sektor infrastruktur 0,65%, dan sektor keuangan 0,83%.
Sedangkan saham dengan kenaikan pesat kemarin, yaitu saham NASI naik 34,74% menjadi Rp 128, KOKA menguat 34,31% menjadi Rp 137, AISA naik 34,71% menjadi Rp 163, saham CLAY sebanyak 25% menjadi Rp 2.000, KJEN naik 25% menjadi Rp 270, BLUE sebanyak 24,42% menjadi Rp 535, MLPT naik 19,99% menjadi Rp 131.025, KOCI melesat 31,25% menjadi Rp 84, dan HOKI naik 33,33% menjadi Rp 104.

