Meski Sempat Sentuh ATH 8.022 dan Bertabur Saham ARA, IHSG Berakhir dengan Penguatan 0,20%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/8/2025), ditutup menguat 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, meski intraday sesi I sempat melesat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022. Nilai transaksi saham harian mencapai Rp 14,19 triliun.
Kenaikan indeks kali ini didukung penguatan saham dua big cap, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 6,57% menjadi Rp 342.900 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 2,26% menjadi Rp 97.150. Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten lapis dua dan tiga.
Baca Juga
KAI Kantongi Laba Rp 1,2 Triliun, Pendapatan Rp 16,8 Triliun
Secara sektoran, penguatan tertinggi disumbangkan saham sektor industri 2,58%,teknologi 1,86%, sektor konsumer primer 1,57%, sektor properti 0,68%, sektor energi 0,41%, sektor material dasar 0,41%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor infrastruktur setelah saham BREN jatuh 5,10% menjadi Rp 9.300.
Di tengah rekor IHSG tersebut, sejumlah saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GZCO naik 34,53% menjadi Rp 187, ATLA melesat 34% menjadi Rp 67, BSBK menguat 33,80% menjadi Rp 95. Meski tak ARA, saham CPRO melesat 28,30% menjadi Rp 68 dan ADCP melesat 26% menjadi Rp 63.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham KONI melesat 25% menjadi Rp 1.950, TEBE naik 25% menjadi Rp 1.750, OBMD naik 25% menjadi Rp 312, PSAB naik 25% menjadi Rp 550, KMTR naik 25% menjadi Rp 360, VOKS melesat 24,75% menjadi Rp 252, PGUN naik 24,75% menjadi Rp 2.470, JARR naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan KETR naik 24,39% menjadi Rp 510.
Sebaliknya penurunan melanda saham VERN sebanyak 12,32% menjadi Rp 121, MPXL melemah 12,16% menjadi Rp 130, DEFI melemah 9,81% menjadi Rp 478, CSMI turun 9,55% menjadi Rp 360, ROCK melemah 9,45% menjadi Rp 575.
Baca Juga
Indonesia Minta Kesepakatan Tarif Resiprokal Dimuat di Perjanjian Dagang
Kemarin, IHSG ditutup melesat 30,42 poin (0,38%) menjadi 7.936 dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing bernilai Rp 212,58 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 335,97 miliar, BMRI Rp 98,86 miliar, dan ADRO Rp 72,09 miliar. Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan penguatan 10,42% menjadi Rp 9.800.
Sedangkan sektor saham penyumbang adalah sektor industri menguat 2,34%, material dasar naik 2,13%, properti 2,15%, infrastruktur 1,16%, dan transportasi 0,44%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, keuangan, serta konsumer non primer.

