IHSG Hari Ini Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham AUTO, HRUM, dan BREN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan diperkirakan bergerak di range 7.350-7.470 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni AUTO, HRUM, MAIN, AMRT, dan BREN.
“IHSG pada Rabu, 14 Agustus 2024, hampir mencetak rekor tertinggi baru, dan dalam sehari IHSG (ditutup) menguat 1,08% ke level 7.436. Penguatan ini sejalan dengan penguatan di bursa saham global dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD hingga 1% dalam sehari,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Parkir di Rp 1.414.000 per Gram
Investor asing mencatatkan akumulasi net buy sebesar Rp 874,30 miliar di pasar regular. Lima 5 saham yang paling banyak diakumulasi yaitu BMRI, AMRT, INDF, TPIA, dan AMMN.
Antisipasi BoE Pangkas Bunga
Analis Mega Capital Sekuritas ini juga menjelaskan, inflasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat mendingin, yang mendorong bursa di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu konsolidasi. "Setelah rilis inflasi Producer Price Index (PPI) AS di hari kemarin yang melemah, data terbaru dari inflasi CPI Juli menunjukan tren penurunan. Inflasi CPI AS naik 2,9% year on year, turun dari bulan Juni dan lebih rendah dari perkiraan di level 3% yoy," ujarnya.
Adapun data inflasi CPI AS bulanan dan CPI inti seluruhnya mencatatkan kinerja yang sesuai estimasi pasar.
Sementara itu, bursa Eropa merespons positif data inflasi CPI AS. Selain itu, penguatan juga didukung oleh data inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan. Pasalnya, data inflasi CPI Inggris naik 2,2% yoy pada bulan Juli, namun masih lebih rendah dari ramalan pasar yang memperkirakan 2,3% yoy.
Inflasi Inti (Core CPI) juga tumbuh melambat menjadi 3,3% yoy dari 3,5% yoy di bulan Juni. Dengan data tersebut, pelaku pasar mengantisipasi pemangkasan suku bunga Bank of England sebesar 50 bps hingga akhir tahun 2024.
"Hari ini, pasar menanti rilis data PDB (produk domestik bruto) Inggris kuartal II-2024, penjualan ritel AS Juli, dan klaim pengangguran mingguan AS," paparnya.
Baca Juga
6 Hari Beruntun Asing Masuk, Rupiah Perkasa di Bawah Rp 15.700/USD, IHSG Rekor

