IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini TPIA, HRUM, dan AKRA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat, dengan pergerakan indeks di range 7.254-7.153. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Chandra Asri Pacific (TPIA), Harum Energy (HRUM), AKR Corporindo (AKRA), United Tractors (UNTR), dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
“IHSG pada perdagangan Selasa, 2 April 2024, berhasil rebound hingga menguat 0,44% ke level 7.236, meski sebelumnya sempat melemah hingga 7.153. Penguatan IHSG sejalan dengan penguatan di bursa Asia dan mendapat sentimen positif dari penguatan harga komoditas energi serta logam dasar,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga
Ia juga menjelaskan, pada perdagangan kemarin waktu setempat, sejumlah indeks bursa saham utama global kembali terkoreksi. Bursa Amerika Serikat dan Eropa kompak melemah.
Di sisi lain, bursa regional Asia justru menguat setelah Presiden Tiongkok XI Jinping mempertegas rencana meningkatkan likuiditas dengan transaksi surat utang pemerintah. Selain itu, rilis mobil listrik oleh perusahaan smartphone raksasa Tiongkok, Xiaomi, yang terjual hampir 100 ribu unit dalam 1 hari mendongkrak harga saham-saham teknologi dan produsen chip baik di Tiongkok maupun Hong Kong.
HRUM Akuisisi 51% Perusahaan Nikel
Analis Mega Capital Sekuritas menjelaskan lebih lanjut mengenai emiten yang sahamnnya direkomendasikan InvestasiKu. "PT Harum Energy Tbk atau HRUM telah melakukan pengambilan bagian saham baru milik PT Blue Sparking Energy (BSE) senilai US$ 206,1 juta atau setara dengan Rp 3,28 triliun (asumsi kurs saat ini)," paparnya.
Pembelian saham itu dilakukan melalui anak usahanya, yakni PT Tanito Harum Nickel (THN). Dengan demikian, THN resmi mengambil sebanyak 51% atau 1,04 juta lembar saham dalam modal ditempatkan dan disetor penuh BSE. Transaksi tersebut dilakukan sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendiversifikasi usaha melalui investasi disektor nikel sejak 2020 lalu.
Baca Juga

